Karena Mertua Serakah, Suamiku Diam-diam Menikah
Neneng mengangguk setuju.
"Bagi saya, mau naik pesawat, mau naik angkot, mau naik motor, asalkan dengan suami saya ini, saya bersedia ikut." Neneng mengeratkan pelukannya di pinggang Jaya. Rasanya nyaman dan hangat. Aroma parfum suaminya juga membuatnya mabuk kepayang.
"Eh, makan dulu, pelukannya nanti saati di cottage," ujar Jaya sambil tertawa. Neneng pun duduk kembali dan siap menyantap menu kwetiau goreng basah pesanannya.