Four Moons
Pak Helmi menggertakkan giginya dengan sangat rapat, hingga mengeluarkan bunyi sedikit.
“Apa perempuan tidak boleh menemukan kebahagian lainnya?! Apa seorang istri tidak memiliki hak untuk melakukan kegiatan yang disukainya?! Apakah seorang istri hanya boleh di rumah saja mengurus suami dan anaknya?!” Teriak bu Sinta dengan sangat marah. “Lagipula, sebelum dan sesudah aku menjadi istrimu, aku tetap seorang manusia yang memiliki keinginan dan harapannya sendiri. Tapi, setelah aku hidup denganmu, aku selalu berusaha memberi kebahagiaan kepadamu, tanpa aku sadari dengan aku melakukan hal itu, aku sendiri yang kehilangan kebahagiaanku.” Kali ini nada suara bu Sinta mulai melunak, meski beliau ma
Sikat na Kabanata