Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suara Desahan di Kamar Anakku

Suara Desahan di Kamar Anakku

Siska bertanya setelah aku dan dia duduk di sofa yang empuk di brown caffe. "Aku cemas, Siska. Aku khawatir ada kabar yang tak baik usai shooting tadi siang," resahku. "Ah, Mia. Jangan berprasangka buruk dulu. Memangnya nada suara Bu Anjani tadi marah-marah?" Siska memastikan lagi. Aku menggelengkan kepala. "Justru suara Bu Anjani ramah sekali didengar." "Ya sudah jangan berpikir yang aneh-aneh deh!"
9.8830.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30.7K kali sebagai suara nana
Baca
+Pustaka
PERJANJIAN ALANA

PERJANJIAN ALANA

Alana Prameswari, gadis berusia dua puluh tahun berparas jelita itu tersenyum-senyum sendiri ketika ia secara tak sengaja mendengar obrolan antara ibu dan teman baiknya. Dari balik tembok penghalang, Alana yang hendak keluar pun hanya terdiam di tempat tatkala ada nama seseorang yang ia kagumi tercetus dari obrolan itu.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai suara nana
Baca
+Pustaka
Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Happy Reading ***** Suara pecahan kaca dari meja yang dilempari asbak terdengar begitu nyaring. Suami Widya marah karena merasa dikhianati oleh istrinya. Sebuah video percakapan perempuan itu dengan Dania yang mengatakan keinginannya untuk kembali pada Ismoyo terekam. Siapa lagi kalau bukan Yanti yang mengirimkan.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai suara nana
Baca
+Pustaka
Ampun, Jo, Ini Kegedean!

Ampun, Jo, Ini Kegedean!

ucap Nana dengan nada suara yang terdengar sangat manja dan penuh perhatian. Namun lucunya, di tengah suasana kamar yang sudah sangat panas dan penuh dengan gairah tersebut, Nana dan Linda masih sempat-sempatnya melakukan aksi suit jari untuk mengundi siapakah di antara mereka yang akan mendapatkan giliran pertama kali menerima benda super besar milik Teja! "Hore, aku yang menang!" teriak Nana dengan nada riang gembira begitu melihat hasil suit jarinya berhasil mengalahkan jari Linda.
9.891.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai suara nana
Baca
+Pustaka
Sisi Liar Mas Nanang

Sisi Liar Mas Nanang

Ada suara aneh yang membuat Nanang makin bergidik, Nanang mulai kehilangan akal, nampaknya ia tak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Dengan mata sayu, wajah Lina nampak begitu dekat. "Aku gesek aja ya Mass.." Suaranya benar-benar seperti penggoda yang membuat Nanang memaku di tempat. Lina mengerling, senyum tipis terbit di sudut bibirnya.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai suara nana
Baca
+Pustaka
The Billionaire's Revenge

The Billionaire's Revenge

“Lihatlah dia di wawancara!” teriak Alisa menunjuk ke arah layar datar yang besar tersebut. Saat ini mereka saling terdiam dan memperhatikan ke layar kaca, melihat Nana yang sedang menjawab beberapa pertanyaan para wartawan. “Aku tidak tahu siapa wanita itu, tapi seperti yang bisa kita lihat kalau mereka baru saja berbelanja. Dan aku rasa itu adalah pacar barunya,” jawan Nana dengan wajah yang di buat bersedih.
7.316.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 525 kali sebagai suara nana
Baca
+Pustaka
Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian

Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian

bisik Angga di telinga wanita itu, mencoba memberinya sedikit afirmasi dan waktu untuk menyesuaikan diri dengan miliknya. “Kau begitu… ungghh… besar Angga. Khhh… aku merasa penuh… nghh…,” balas Nana terengah-engah dengan napas yang tersenggal-senggal. Ketika Angga menggeser sedikit pinggulnya, dan bergerak sedikit mengeluarkannya di dalam diri Nana. Wanita itu langsung memutar kepalanya ke belakang dan mengerang. “Ahhhhhngggg…”
1054.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai suara nana
Baca
+Pustaka
TAWANAN CINTA CEO

TAWANAN CINTA CEO

balas Nana dengan nada marah akan sikap Kirana yang di anggap berpihak kepada Lily. Kirana memutar kedua mata secara malas sembari mencari alasan untuk menghibur Nana yang terlihat egois dan sok berkuasa di devisi 2. "Tidak, aku hanya lebih suka dengan gaya make up kamu yang dulu daripada yang sekarang karena terlalu tebal dan menakutkan.” Nana mengerutkan dahinya atas perkataan Kirana barusan. “Aku yakin ceo Chris akan kaget dan lari terbirit-birit melihat make up mu yang hari ini sungguh horror,” lanjut Kirana dengan perkataanya yang semakin membuat Nana merasa tertekan secara batin dan mental.
9.850.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai suara nana
Baca
+Pustaka
Misteri Desa Purnama

Misteri Desa Purnama

Keanehan ini membuatku sangat bingung. Nana berbisik di sampingku lagi, "Aldi ...." Aku terkejut, mataku seketika melotot padanya. Nana berusia sekitar lima tahun. Wajahnya cantik, kulit putih dengan rambut pirang yang sedikit ikal. Nana adalah anak keturunan Belanda. Dia sepertinya meninggal saat masih kecil. Seperti halnya anak kecil, dia terus bergelayutan manja padaku. Aku seperti sudah mengenalnya lama, kami seperti sudah sangat akrab.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai suara nana
Baca
+Pustaka
Aku Tidak Menargetkanmu, Tuan!

Aku Tidak Menargetkanmu, Tuan!

Tapi Dion tetap tersenyum tenang, tak memberi kesempatan untuk sanggahan. “Pacar Kenan?” tanya Nana dengan senyum penasaran. “Oh… akhirnya ada juga yang bisa menaklukkan pria itu.” lanjutnya dengan tawa gembira. “Ehm…” Natasya berdehem pelan, tak langsung menjawab. “Kenan itu keras kepala, pemilih, dan… bisa sangat menyebalkan,” lanjut Nana. “Tapi kalau dia memilih seseorang, itu artinya perempuan itu benar-benar berarti untuknya.” kata Nana lagi.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai suara nana
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status