Our Promise
"Nah, begini kan bagus! Kau harus tersenyum jika ingin terlihat cantik, Nana!"
Nana sedikit menarik sudut bibirnya tanpa dipaksa oleh Juna. Setidaknya masih ada Juna yang selalu akan percaya terhadapnya, jadi ia akan merasa sedikit tenang.
"Percayalah! Keadilan pasti akan menang," ucap Juna sambil menepuk pelan kepala Nana.
"Terimakasih, Jun."
***
Sore ini, seperti biasa, Nana menjadi pelayan di sebuah rumah makan. Mencatat pesanan, mengantar makanan ke pelanggan dan mencuci piring menjadi pekerjaannya setiap sore hingga menjelang malam.
Hot Chapters