Jagoan Kampung Merantau Ke Kota
“Maaf, maaf, maksud saya, ada seekor badut, eh maaf lagi, seorang badut.”
Miss Widya mulai memejamkan matanya. Pikirannya mulai terbang ke awang-awang, dibawa oleh sayap-sayap cerita dari mulut Gending.
“Nah, badut ini selalu beraksi di pinggir jalan raya, berharap saweran uang receh dari para pejalan kaki atau pun para pengendara.”
“Suatu ketika, sang badut bertemu dengan seorang wanita yang cantik jelita. Sebuah pertemuan yang dramatis, karena di situ ada perkelahian antara sang badut dan para penjahat yang telah menyakiti sang wanita.”
Hot Chapters