Tetanggaku Luar Biasa
Tetanggaku Luar Biasa
"Masih seenaknya aja, si Siska?" tanya Bapak sambil menyesap teh hangat yang disodorkan Ibu.
"Ah, ya gitu aja. Gimana, orang udah wataknya begitu. Dinasehati sampe dower juga nggak akan mempan. Kalo kepentok, masalah udah meledak baru nangis-nangis. Tapi, ya gitu. Kapoknya cuma sebentar. Nanti mulai lagi."