GODAAN CINTA ADIK MUSUHKU
Di kertas itu, ada lukisan sederhana dengan krayon: empat figur manusia yang bergandengan tangan di depan sebuah ruko bertuliskan Bubur Ayam Restu Ibu, dengan gambar matahari tersenyum lebar di atasnya.
"Lihat, Mentari sudah gambarin warung kita," ujar Mentari sambil tersenyum manis, memamerkan giginya yang gingsul. "Kata Paman, kalau kita makan bubur bareng-bareng, nanti pusing di kepala Mentari hilang. Mentari mau bantu Paman besok pagi! Mentari yang mau bagi sendoknya ke pembeli!"