Menikahi Tuan Muda Buruk Rupa
'
Laiba berhenti sebentar kala membaca kalimat pembuka itu, seulas senyum tercipta di wajah sembabnya, ia bahkan menoleh sebentar ke arah Naqib, yang tampaknya telah tertidur dengan damai.
'Kau mungkin tak pernah melihatnya, senyumnya, matanya saat menatapmu, tapi sungguh, Naqib. Ia mencintaimu, aku dan Allah SWT yang menjadi saksinya. Kau mungkin tak ingat bagaimana suaranya, saat membacakanmu Surat Yusuf dalam Al-Quran, saat kau masih berada dalam kandungan, kau mungkin tak ingat betapa penuh kasih pelukannya padamu saat kali pertamamu melihat dunia, tetapi sungguh, Naqib, akan ku katakan, bahkan hingga seribu kali bahwa ia mencintaimu, mencintaimu, dan mencintaimu.'
Air mata kembali mengg
Hot Chapters