Cinta adalah Penyesalan
Sekretaris menutup telepon, lalu menatapku dengan sinis sambil berkata, "Nona Evina, Pak Garry bilang, kalau sudah puas buat keributan, cepat kembali dan minta maaf pada Nona Vivian. Soal cerai itu bisa merusak nama baiknya."
Sambil menatap foto ibu yang tersenyum hangat di batu nisan, aku membalas dengan suara pelan, "Aku nggak akan kembali ke sana."
Sekretaris sama sekali tidak terkejut, hanya mendengkus dingin sebelum berbalik pergi.
Aku meletakkan bunga tulip di depan makam ibu, mengusap debu yang menutupi fotonya.