Diselingkuhi Suami Diratukan Preman Miliarder
"Mas Rafa bilang baru kali ini dia benar-benar bahagia. Mbak tahu artinya, kan? Jangan salahkan kalau dia lebih mencintaku. Oh, ya, Mas Rafa juga bilang aku lebih bisa memu4skannya."
Aku merem4s ponsel dengan rahang mengatup. Darahku mendidih, seolah-olah ada magma yang siap meledak di dalam dada. Jariku bergerak hendak membalas pesan menjijikkan dari Laila, tetapi satu pesan masuk dari Ayah membuatku urung mengetik.
"Nak, seharian ini Ayah kepikiran kamu terus. Jangan terlalu larut dengan keadaan. Keluarlah, pergilah bersama teman-temanmu."