Renjana
Kami bertiga mengambil tempat duduk 7 baris dari belakang, aku duduk paling ujung dekat celah kursi yang memisahkan deretan kelas satu dengan yang lainnya.
Masih belum mulai acaranya, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 17.45, sedangkan diundangkan tertera acara dimulai jam 17.00, selalu saja, jam karet.
Hari semakin gelap, lampu-lampu bercahaya kuning temaram mulai dinyalakan, indah sekali, meskipun ini hanya diadakan ditengah lapangan basket sekolah, tetapi settingannya sungguh totalitas. Pukul 18.00 tepat, sejoli pembawa acara naik ke panggung, membuka acara promnight dengan meriah. Mataku terus saja memandang ke arah gerbang, melihat satu per satu siswa yang berdatangan.
Hot Chapters