Baby Sitter Tuan Bos
Satya pura-pura galau sendu meratapi nasib, padahal dalam hatinya bilang, mereka datang dan pergi cuma buat meninggalkan rasa enak pelepasan dan berbagi desahan.
“Rasa apaan emangnya?”
“Macem-macem, ada yang rasa pisang, coklat, stroberi, semangka, ada juga yang pakai gerigi! Ah, nggak … nggak!” Otak Satya otomatis mengingat rasa-rasa alat pengaman, yang pernah ia pakai saat bersama dengan perempuan-perempuan cinta semalamnya. “Aku mau minum obat biar nggak ngomong ngawur melulu, deh!”
Hot Chapters