Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Membawa Lari Anak Kembar CEO

Membawa Lari Anak Kembar CEO

Alex tertawa hampir tak terdengar. Ia kembali memandang Batara, senyum dan tawa yang sebelumnya ia perlihatkan kini tidak tampak lagi. Yang terlihat di sepasang mata Alex yang seperti serigala itu adalah kebencian yang besar, amarah mengambil porsi yang dominan sebelum— BUGH! Tangannya yang terkepal rapat lepas dari pengawasan Batara, menerjang rahang sebelah kirinya hingga membuatnya limbung ke tanah.
9.9189.2K viewsCompletedAdded to Library 7.0K Times as tab dont look back in anger
Read
+Library
TABIB CANTIK MASA DEPAN KESAYANGAN PANGERAN

TABIB CANTIK MASA DEPAN KESAYANGAN PANGERAN

ucap Codet terbata melihat kilau pedang yang ada di depan mata. "Jika kau mencari keributan lagi, aku jamin kepalamu akan terpisah dari tubuhmu!" Wajah si Codet semakin pucat pasi, kaki yang bertumpu di lantai semakin gemetar. "Aa-ampun. Maafkan hamba ini."
108.7K viewsCompletedAdded to Library 331 Times as tab dont look back in anger
Read
+Library
Jeratan Tuan Reiner

Jeratan Tuan Reiner

Sebuah brangkas lain, lebih kecil namun tampak lebih canggih, berdiri kokoh di dalamnya. Tobey, yang awalnya yakin akan berhasil, menggeram kesal. Wajahnya yang biasanya penuh kendali sekarang memerah karena marah dan frustrasi. Dengan langkah cepat, dia mendekat, mencoba memeriksa sendiri apa yang ada di hadapannya. “Apa-apaan ini? Kenapa ada brangkas lain di sini?”
1.7K viewsCompletedAdded to Library 36 Times as tab dont look back in anger
Read
+Library
Tabib Jenius

Tabib Jenius

Tak lama kemudian, seorang pemuda bertelanjang dada, mengenakan celana kain dan rambut berantakan, berlari melewati ruang makan sambil membawa ember. “Ada katak di kolam belakang! Tapi yang ini aneh, Qi-nya seperti melilit. Mungkin ini jenis katak spiritual!” seru Ardin riang, tanpa sadar bahwa ia baru saja mengganggu ketenangan rumah para bangsawan. “ARDIN!! APA KAU BISA BERSIKAP NORMAL SEDIKIT SAJA?!” “Normal? Bukannya semua orang harus bangun subuh dan merasakan embun pagi supaya aura tubuh tetap seimbang?”
101.6K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as tab dont look back in anger
Read
+Library
RETAK

RETAK

"M--maaf, kang. Saya tidak sengaja." "Lain kali kalo jalan tuh lihat ke depan, jangan fokus ke HP mulu. Nanti dijambret baru tahu rasa!" ketus laki-laki itu yang kembali berjalan melewati Vitaloka. Vitaloka menatap punggung laki-laki itu yang sudah menjauh. Dia tidak sempat melihat wajah dari orang yang tak sengaja ditabraknya. "Orang enggak sengaja juga," gumam Vitaloka.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as tab dont look back in anger
Read
+Library
MENIKAHI MANTAN SUAMI

MENIKAHI MANTAN SUAMI

"Gue bisa perkarakan ini karena—" "Sakha, please can you shut your mouth?! I'm dying here, aku yang ketabrak, tapi kenapa malah kamu yang ngamuk-ngamuk? Nggak ada manfaatnya tahu nggak, sih?! Nggak lihat itu di sekeliling kamu banyak yang lihatin?" Tabitha merepet dalam kekesalan. Sakha mengerang keras dan menjambak rambutnya sendiri karena frustrasi. Kemudian ia mendekat lagi ke arah Tabitha.
1018.3K viewsCompletedAdded to Library 475 Times as tab dont look back in anger
Read
+Library
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Suaranya mengandung rasa sakit dan amarah yang meledak. Tanpa berpikir panjang, tangan Javier melayang dan menggebrak meja kerja ayahnya dengan kekuatan penuh. Gebrakan itu begitu keras dan tiba-tiba hingga cangkir kopi mewah milik Hutomo terjatuh dari tangannya ke lantai marmer. Pecahan keramik berderai dan diikuti oleh cairan hitam yang menyebar cepat di karpet mahal milik Hutomo.
866 viewsOngoingAdded to Library 32 Times as tab dont look back in anger
Read
+Library
Tamparan Sang Kakak

Tamparan Sang Kakak

Aku menggunakan tenaga yang sangat besar. Wajah Oscar langsung berpaling dan jejak lima jari yang jelas langsung muncul. Dia dan semua orang terkejut. Dia memegangi wajahnya dan menatapku dengan tatapan tidak percaya. Api amarah di matanya berubah menjadi rasa terhina. “Kamu… menamparku?” “Aku mau menyadarkanmu.” Suaraku sedingin es.
13.4K viewsCompletedAdded to Library 443 Times as tab dont look back in anger
Read
+Library
Dinikahi Berondong Kaya

Dinikahi Berondong Kaya

“Ya, jelaslah ngapa-ngapain. Orang udah bayar satu juta tujuh ratus masak nggak ngapa-ngapain. Rugi.” April berdecak kesal. Sean ini memang kalau bicara suka asal ceplos, deh. Ibaratnya saat ini Tara sedang terbakar api cemburu tapi malahan dia menyiramnya dengan bensin supaya Tara semakin bertambah marah. “Satu juta tujuh ratus?” gumam Tara menatap April tidak percaya. “Plus tiga AC dan satu kulkas,” tambah Sean dengan senyuman mengejek.
1040.7K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as tab dont look back in anger
Read
+Library
Vice Versa

Vice Versa

Langit-langitnya seperti terbuat dari kaca tebal berlapis-lapis. "Sial." Insting bertahan hidup Tabian teraktivasi. Kedua tangannya dikepal dan dikeraskan. Ia menggedor-gedor lapisan kaca dengan sekuat tenaga, kedua kakinya juga ikut membantu. Tetapi, nihil. Satu mili retakan pun tidak terukir. "Tolong!"
103.0K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as tab dont look back in anger
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status