Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Diantara Dua Tasbih

Diantara Dua Tasbih

Pov Lily Aroma kertas tua, lem jilid yang mengering, dan debu yang mengendap bertahun-tahun langsung menyergap indra penciumanku begitu pintu kayu tebal itu tertutup. Di luar, riuh rendah suara mesin tik elektrik, dering telepon yang tak putus-putus, dan tawa sinis Sarah seolah terputus oleh sekat dinding beton yang tebal. Di dalam ruangan berukuran empat kali enam meter ini, hanya ada keheningan. Kesunyian yang sunyi, namun anehnya, entah mengapa terasa jauh lebih manusiawi daripada kubikel kerjaku di luar sana.
215 viewsOngoingAdded to Library 6 Times as 2-tak
Read
+Library
Tilasmat

Tilasmat

Maklum lidah orang gunung) "Oooh, si Seokjin bukan?" timpal yang lain. "Heueuh, tah eta," kata Imas. (Iya, betul itu,) "Atuh sieun Tika, Imas ari Jin mah," imbuh salah satu Ibu-ibu. (Takut atuh Tika, Imas kalau Jin mah)
105.6K viewsCompletedAdded to Library 183 Times as 2-tak
Read
+Library
Petaka Mendua

Petaka Mendua

Bab92 Tania mengulas senyum, ketika merasa semuanya berada di genggamannya. Ia pun melakukan panggilan telepon ke nomor Karin, dan mulai bercerita, tentang kejadian di rumah tangganya. "Gila, nekat banget kamu, Tan!" pekik Karin di sebrang telepon. Tania terkekeh. "Harus dong, Kak. Jika tidak begitu, Raka bakal jadi agar-agar, Kak."
10100.4K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as 2-tak
Read
+Library
The Vampire TwinS

The Vampire TwinS

Tangan putih itu terjulur mengajakku bersalaman. “Tidak masalah, kepalaku baik-baik saja.” “Maafkan aku sekali lagi, aku kira kau adalah dia. Aroma tubuhmu sama dengannya, wajahmu juga sama miripnya, tapi dia tidak menggunakan penutup mata sepertimu. Kenapa kau memakai penutup mata untuk mata sebelah kanan itu? apa kau sakit? Aku lupa memperkenalkan diri, kenalkan aku Zen dari Klan Wolf, kau dari Klan mana? Sepertinya aku tahu kau Klan Vampire?” Zen terus mengoceh di sampingku dengan mulut berbusanya sampai Mr. Eric masuk ke dalam kelas dan memberikan pelajaran mengenai anatomi tubuh Basilisk. Aku sudah tidak asing dengan Basilisk, karena paman pernah membawa ular kecil itu di dalam toples s
102.9K viewsCompletedAdded to Library 65 Times as 2-tak
Read
+Library
2'20

2'20

“Mereka sudah menghancurkan tempat ini, mereka bilang kita masih bisa hidup dengan memakan sesama, kita juga bisa terbebas dari efek serangan tornado dan tak menjadi Pati, fisik kita akan berkali-kali lebih kuat jika kita berani makan sesama.” “Apa maksudmu? Akh!” jerit Jane mencakar lengan pemuda itu agar melepaskan cekikan di lehernya, “Wre—wrena apa? Pa—ti? Omong kosong!” Pemuda itu menyeringai, kedua taring di giginya memanjang layaknya vampire sedangkan kedua matanya kini memiliki warna hijau yang sama, Jane juga dapat merasakan bahwa cekikan di lehernya itu bertambah kuat serta kuku-kuku tajam yang memanjang seakan sedang menusuk kulit-kulit lehernya.
1012.7K viewsCompletedAdded to Library 506 Times as 2-tak
Read
+Library
Garis Dua Yang Yertunda

Garis Dua Yang Yertunda

Satu menit Dua menit Tiga menit Menit demi menit berlalu, Salma takut, namun ia juga tak bisa menahan harap. Akhirnya, ia mengambil benda kecil itu. Samar, sangat tipis di bagian garis kedua. Berkali-kali Salma mengucek mata. Ia takut berhalusinasi. Ia membawa alat itu keluar, ke arah jendela yang lebih terang. Seketika Salma terpaku. Nafasnya tertahan. Garis itu tetap sama. Garis Dua–seolah menjawab semua doa yang selama ini ia simpan di keheningan malam.
533 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as 2-tak
Read
+Library
Takdir Tara

Takdir Tara

kata Devan, ia tersenyum simpul. "Gantian?" tanya Tara kebingungan. Devan mengangguk pelan tiba-tiba berdiri dan sedetik.kemudian mulai berlari. "Kejar aku!" Teriaknya di tengah hamparan rerumputan yang luas. Tara berdiri dan ikut berlari, mengejar Devan tanpa henti. "Heyy, berhenti! Awas, ya, Kamu!" teriaknya sambil tertawa.
953 viewsOngoingAdded to Library 38 Times as 2-tak
Read
+Library
 TIBA-TIBA DIMADU season 2

TIBA-TIBA DIMADU season 2

jawabnya dengan suara gugup. “Rumah suamimu?' rumah ini adalah rumahku! aku dan Tama berkongsi uanguntuk mendapatkan rumah ini tapi bukan berarti bahwa dia pemiliknya,” ujarku. “Apa dasarnya kau bicara begitu?”
106.2K viewsCompletedAdded to Library 153 Times as 2-tak
Read
+Library
TWELVE

TWELVE

Aku tidak bisa berbuat apapun dan Aku penasaran pada sesuatu yang akan di tunjukan Reiki. “Kita mau kemana?” tanyaku begitu melihat tangga lain setelah menaiki tangga yang menghubungkan lantai dua. Tangga kali ini terlihat agak tertutup dengan dinding perpaduan antara warna cream dan coklat, tapi bila kita menegadah terdapat pentilasi di sepanjang dinding tangga. Di pinggir anak tangga terdapat lampu kotak menerangi anak tangga yang aku naiki, sehingga tidak akan salah injak karena ada lampu yang setia menerangi langkah. Ini keren. “Nanti kamu akan tau.” jawab Reiki menuntunku menaiki tangga. Setelah menaiki beberapa tangga dia membuka pintu melewati sebuah ruangan dengan cahaya yang remang-
101.3K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as 2-tak
Read
+Library
UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

Rima mengernyit, berusaha berpikir keras. "Warna? Warna apa?" tanya Tia lagi. "Warna purple atau indigo. Eh dua warna itu Bahasa Indonesianya apa sih, Kak? Rima lupa." Rima balik bertanya. "Nila," jawab Tia. Bingo. Ia sudah mendapat cluenya.
109.7K viewsOngoingAdded to Library 349 Times as 2-tak
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status