Menyelami latar belakang 'Takkan Habis Sejuta Lagu' selalu membuatku merinding. Lagu ini lahir dari tangan dingin Eross Candra, gitaris Sheila on 7, yang terinspirasi oleh dinamika hubungan manusia. Awalnya, ia menciptakan melodi sederhana di kamarnya, lalu berkembang menjadi aransemen epik setelah digarap bersama band. Yang menarik, liriknya ditulis oleh Akhdiyat Duta Modjo setelah ia merenungkan filosofi ketidaksempurnaan cinta—bagaimana setiap hubungan punya cerita sendiri, tapi musik tetap abadi. Proses rekamannya pun unik: vokal Duta direkam hingga subuh untuk menangkap emosi mentah.
Aku pernah baca wawancara mereka di majalah 'Hai' tahun 2000-an. Eross bercerita bahwa riff gitar di intro sengaja dibuat repetitif seperti detak jantung, simbol konsistensi dalam kehancuran. Album 'Kisah Klasik Untuk Masa Depan' sendiri menjadi kanvas bagi lagu ini, dengan nuansa akustik elektrik yang jarang ditemui di pop Indonesia era itu. Justru kesederhanaan instrumentasinya yang bikin lagu ini timeless—seperti luka yang indah dibiarkan bernanah.