Di ujung penantian
Erlangga tengok kanan kiri mencari tempat nyaman untuk duduk, namun sepertinya semua kursi dan bangku telah penuh terisi oleh pelanggannya.
"Ga apa-apa, ngga. lagian aku cuma mau nyampein pesen dari Sari aja, karena semalem dia telpon aku, minta tolong aku menyampaikan itu." Tia menarik nafas panjang kemudian lanjut bicara.
"Ya udah deh, aku pamit ya, aku harus balik kantor sekarang, jam istirahat udah abis, senang ketemu kalian."
Hot Chapters