DIKIRA MISKIN
Tidak ada pilihan lain, aku harus menanda tanganinya.
Dengan tangan genetar tangan ini telah membubuhkan tanda tangan di atas namaku sendiri, pun dengan Mas Ajun. Tidak main-main, Yudi juga sudah melampirkan materai enam ribu di sana. Niat banget dia mengerjaiku.
Yjdi tersenyum saat aku berhasil menanda tangani surat itu.
"Sah ya, Mbak. Jadi, jangan coba-coba untuk lari dari tanggung jawab. Ingat itu!" Yudi menunjukkan tanda tanganku di atas materai.