Dari Budak Menjadi Bencana
Di dalamnya, terdapat tiga benda: sebuah gulungan kulit yang lebih detail dari yang pertama, sebuah kristal kecil berwarna biru kusam yang memancarkan energi dingin, dan sebuah potongan kain yang bernoda darah kering.
Tua Bangka merangkak mendekat, matanya menyipit melihat isi kotak itu. "Itu adalah..." suaranya terputus, matanya tertancap pada potongan kain berdarah. "Itu adalah Tanda Sumpah Darah."
Aku mengangkat kain itu dengan hati-hati. Memang, di tengah noda darah yang sudah menghitam, terukir sebuah simbol yang bercahaya redup—simbol sumpah yang mengikat jiwa.