Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sepiring Tumis Pepaya Muda

Sepiring Tumis Pepaya Muda

Karena tak bisa mencegahnya, aku akhirnya hanya bisa mengangguk saja. Kupandangi tumpukan kado yang tadi diletakkan Mbak Soraya di atas meja, agak berantakan, karena ia menaruhnya asal, kurasa ia buru-buru karena mungkin Allysa sedang merengek. Kurapikan kembali tumpukannya, kutaruh yang paling besar di bagian bawah dan mengurutkannya hingga kado yang paling kecil terletak di bagian atas. Satu buah kado mengusik rasa penasaranku, nama dan kalimat yang tertera dikartu ucapannya membuatku menyipitkan mataku, memperjelas apa yang kulihat.
1011.8K viewsCompletedAdded to Library 366 Times as tumpukan kado di kamar
Read
+Library
Menjadi Istri Gadungan Sahabatku

Menjadi Istri Gadungan Sahabatku

Tidak ada niat lain dari ciuman ini. Kami menggunakan hari Minggu dengan memasukkan pakaian kami ke koper yang tersedia. Sisanya kami tumpuk begitu saja di seprai besar, lalu mengikat keempat ujungnya. Barang lainnya, kami susun di dalam kardus-kardus besar. Benda pribadi kami semakin banyak karena kado pernikahan. “Pasukan dataaanngg …!” seru Mama dan Bunda yang berkunjung membawa makanan.
1018.8K viewsCompletedAdded to Library 693 Times as tumpukan kado di kamar
Show Reviews (10)
Read
+Library
Meina H.
Hai, teman-teman. Terima kasih sudah melirik, bahkan membaca karyaku ini. ♡ Selama bulan Maret, aku akan menambah dua bab per hari, ya, jika tidak ada kendala yang berarti. Silakan berkomentar bila ada saran atau kritik untukku selaku penulis. Menanggapi cerita juga boleh. Selamat membaca. (=∩_∩=)~♪
Melisa
Wkwkwkwkkwkk suka kentut. Jadi ingat dlu masih sekolah suka banget kentutin temen...... 1 hal yg aku suka di crta ini krna mereka sangat menyayangi keluarga msing2 sllu support n nikahnya di gereja. Jrg banget baca novel yg nikahnya di gereja selalu ijab kabul
Read All Reviews
Menipu Sang CEO Buta

Menipu Sang CEO Buta

Kemewahan suasana rumah itu sangat mirip dengan kediaman Wycliff, hanya mungkin lebih berwarna. Ellie melihat kuda-kudaan kayu, dan juga rumah mainan tertata rapi di pojok ruangan. Menegaskan jika ada anak-anak yang tinggal di rumah itu. Di sudut timur, terlihat tumpukan hadiah, dengan berbagai bentuk, warna dan ukuran. Jasper dengan cekatan menarik kado dari tas, dan meletakkan bersama yang lain. "Mulai," desis Raven.
108.9K viewsCompletedAdded to Library 293 Times as tumpukan kado di kamar
Read
+Library
Istri Perawan Disangka Janda

Istri Perawan Disangka Janda

Tidak menyangka akan langsung diboyong dua keluarga dalam satu kamar bersama pengantin lelakinya. “Ada beberapa baju untukmu di lemari itu, Osara. Bisa kamu pakai.” Tidak ingin Osara jadi segan andai ingin turun dan melihat isi lemari, Erick menjauh dari ranjang dan kini duduk di sofa. Ada dua kotak kado dari Mama Azizah dan dari mamanya. “Kado-kado di atas meja ini, tidak kamu buka, Osa?!” Erick kembali bertanya.
10437.4K viewsCompletedAdded to Library 17.1K Times as tumpukan kado di kamar
Read
+Library
Mantan Istri

Mantan Istri

Intan menatap jengah kamar Bastian. Kamar itu penuh dengan mainan yang berserakan. "Mommy tak mengerti mengapa kamar ini lebih mirip dengan tempat pembuangan sampah rongsokan?" Lalu Intan mengambil beberapa carbot dan meletakkannya pada showcase di kamar itu. "Aku bingung, mainan mana lagi yang belum aku mainkan," desah bocah itu di tepi tempat tidur.
1025.4K viewsCompletedAdded to Library 838 Times as tumpukan kado di kamar
Read
+Library
Dikhianati Mantan, Dijerat Dokter Tampan

Dikhianati Mantan, Dijerat Dokter Tampan

Namun matanya segera tertuju pada tumpukan kado yang tertata di sudut ruangan. "Ini dari siapa?" Alessandro mengikutinya memandang tumpukan itu. Ia mengangkat bahu ringan sambil tersenyum. "Mungkin dari ibuku atau saudara-saudaraku. Mereka memang suka memberikan kejutan." "Tapi kenapa banyak banget?" Flavia masih merasa aneh. Sebelum Flavia sempat melanjutkan pertanyaannya, Alessandro mengambil sebuah kotak kecil yang terpisah dari tumpukan. Kotak itu diletakkan di atas tempat tidur, dibungkus rapi dengan pita biru.
3.0K viewsCompletedAdded to Library 102 Times as tumpukan kado di kamar
Read
+Library
Sang Pewaris Tersembunyi

Sang Pewaris Tersembunyi

Tangan mungilnya masih menarik lengan kokoh Hamish masuk ke dalam kamar. "Ayo masuk, Bang!" serunya sambil membuka pintu kamar yang sudah usang. Triplek depan yang menutupi rangka pintu pecah di bagian bawah. Gadis kecil itu tidur seorang diri dengan kasur singel di lantai beralaskan karpet tanpa dipan. Sebuah rak dari kardus yang disusun menggunakan isolasi dua sisi lalu ditutup dengan kertas kado diletakkan di sebelah kasur busa tipis berisi beberapa boneka yang sepertinya pemberian para donatur.
1060.6K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as tumpukan kado di kamar
Read
+Library
Dimanja Nyonya Dan Nona Muda

Dimanja Nyonya Dan Nona Muda

Ia merapikan kemeja barunya agar tetap terlihat rapi meski hatinya masih berdebar akibat kejadian di kamar Ratna tadi. "Masuk saja, Mas," seru Maudy dari dalam kamar. Pintu terbuka dan memperlihatkan Maudy yang sedang berdiri di tengah tumpukan barang yang masih berantakan. Ia menunjuk ke arah tumpukan buku dan barang lama yang perlu dimasukkan ke dalam wadah penyimpanan. "Ini Mas, barang-barangku yang udah nggak terpakai mau kutaruh ke kardus dan kusimpan di atas lemari," ucap Maudy sambil memberikan instruksi.
9.9218.5K viewsOngoingAdded to Library 5.9K Times as tumpukan kado di kamar
Read
+Library
TUKANG CILOK TERNYATA INTEL

TUKANG CILOK TERNYATA INTEL

Pintu kamar itu terbuka pelan, debu menari di udara, bercahaya temaram oleh lampu gantung tua yang menggantung lesu di langit-langit. Kasur digulung dan ditumpuk di sudut ruangan, koper-koper plastik bertumpuk sembarangan, boneka rusak tanpa kepala tergeletak di atas lemari tua. Ini bukan kamar Aluna. Ini gudang.
101.9K viewsCompletedAdded to Library 53 Times as tumpukan kado di kamar
Read
+Library
Mati Kembar

Mati Kembar

Kadang cinta itu memang terlihat konyol kehadirannya akan tetapi aku sungguh menyukainya sepenuh jiwa. Beberapa saat kemudian, aku melanjutkan untuk memindahkan barang-barang kecil seperti perlengkapan makeup aku yang lumayan banyak jumlahnya dan beragam bentuknya, lebih baik tidak kusebutkan karena itu akan menambah kesibukanku saja. Selesai semua pakaian masuk dalam dua koper yang berukuran besar kemudian aku melangkah ke kamar si kembar. “Sayang, kok, ini pada berantakan semua?” Aku kaget ketika melirik ke seluruh kamar kedua putriku yang di penuhi dengan banyak baju berserakan.
105.8K viewsOngoingAdded to Library 180 Times as tumpukan kado di kamar
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status