GANTENG-GANTENG ANAK PEMBANTU
"Ren, Kamu seharusnya mendapatkan pria yang lebih baik dariku. Tanganku dipenuhi dosa dan tidak layak untuk mengenggam tanganmu."
Aku semakin tenggelam dalam keputus asaan yang mendalam. Seluruh tubuhku terasa gemetar memikirkan nasib hubungan kami, sebuah rasa yang perlahan mulai hadir dalam hatiku. Lalu, kurasakan sepasang tangan memegang kedua tanganku. Sepasang tangan indah dan lembut mengenggam dan meraih tanganku, "Tidak tidak, kumohon jangan sentuh tanganku. Tangan ini penuh darah, tangan ini tidak pantas digenggam oleh siapapun. Kumohon lepaskan tanganku, tangan ini sudah kotor." Ucapku terisak dengan suara yang sudah putus asa.
Bab Populer