Jangan Baca Novel Ini!
"Baiklah, Pak, saya akan bantu Bapak sekarang juga, jadi tolong Bapak bertahan sebentar lagi."
Aku mengulurkan tangan kananku, lalu menggenggam batang kokoh itu dengan ragu-ragu. Rasanya sangat panas, keras, dan berdenyut kuat di dalam genggaman tanganku yang kecil. Argan mendesis tajam saat kulit telapak tanganku bersentuhan langsung dengan kulit sensitif miliknya tanpa penghalang apa pun.
"Bapak, ini harus saya apakan? Karena saya tidak tahu cara menggerakkannya."