PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR
ucap Diajeng Sekar Laras dengan suara seperti mengguman dengan pandangan kosong ke depan.
“Yaah, semuanya tak lepas dari rencana Sang Hyang Maha Pengatur Kehidupan, Nimas. Kita ikuti saja alur ceritanya seperti mengalirnya air sungai. Perjalanan hidup kita semua pasti akan sampai pada sebuah muara yang namanya kematian. Karena itu, Nimas, semasih nafas kehidupan kita masih mengalir, maka mengalirlah yang baik seumpama anak sungai tadi, tanpa mengusik bebatuan maupun lelumutan. Karena memang hidup ini tujuannya hanya untuk menjalankan darma dan kewajiban pada sesama manusia, alam, dan Sang pencipta.”