Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua
“Tidak perlu minta maaf. Justru kisahmu ini mengingatkan kita semua… bahwa cinta sejati memang tidak butuh banyak syarat. Cukup ada dua hati yang berani tertawa bersama, meski dunia sedang menguji mereka.”
Loteng kembali hening setelah panggilan berakhir. Tapi hening itu kini berbeda—bukan lagi sunyi penuh rahasia, melainkan hening yang sarat makna. Sekar menyandarkan punggungnya pada kursi kayu tua, bibirnya melengkung lembut.
Ia berbisik lirih, seakan bicara pada dirinya sendiri:
“Cinta… memang begitu, ya. Sederhana, tapi mampu menyalakan cahaya di ruang paling gelap.”