Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dokter Tampan Pemikat Wanita

Dokter Tampan Pemikat Wanita

Paling juga dia ngomong hal yang sama ke wanita lain. "Sama yang lain?" "Cuma kamu." Abra terbahak di sana, lalu membatuk. Kapok. Aku puas menertawakannya. Dikira mudah ngegombal? "Eh, Ya. Mau ngegembel ke luar kota?" Kata gombal dan gembel itu dekat. Dia salah ngomong apa gimana? "Ke mana?" Aku memastikan tidak salah mendengar.
1015.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 474 kali sebagai tebak tebak kan gombal
Baca
+Pustaka
TUMBAL PENGANTIN

TUMBAL PENGANTIN

"Astaghfirullah." "Apa tradisi tumbal pengantin itu sedang bekerja dari sekarang? Artinya aku harus siap-siap, Mas. Tapi, aku yakin bisa menghadapinya, gak apa-apa," ucap Intan. "Harus dicari sejarahnya dulu, entah itu nenek, kakek atau orang yang tahu tentang ini," sahut Pak haji. "Sebenarnya, jin yang ada di rumah cuma buat ganggu kalian saja, agar konsentrasi kalian terganggu, aura jadi negatif, ujunya seret rezki karena badan jadi lemes bin males."
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai tebak tebak kan gombal
Baca
+Pustaka
Suami Perkasa

Suami Perkasa

menyentuh paha Sukma di bawah meja. “Jangan nakal, kita lagi makan,” tegur Sukma. Carlos berbisik, “Justru makanannya ada di sini…” Sukma menahan tawa sambil memukul pelan lengannya. “Kamu ini, kalau ada lomba gombal mesum, pasti juara umum.”
109.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai tebak tebak kan gombal
Baca
+Pustaka
Kaisar Dewa Gombal

Kaisar Dewa Gombal

Ia tinggal di gubuk kecil di sebelah istal, tempat yang sama sejak Bagas berusia tujuh tahun, dengan genteng yang sama, pintu yang sama, bau jerami yang sudah meresap ke seluruh dinding selama puluhan tahun. Bagas berdiri di depan pintu itu, mengetuk, tidak ada jawaban, mengetuk lagi, tidak ada jawaban, lalu mendorong pintu yang tidak terkunci. Gubuk itu kosong. Bukan kosong karena penghuninya pergi sebentar, tapi kosong karena penghuninya pergi terburu-buru atau dipaksa pergi atau keduanya. Kursi terbalik di satu sudut, cangkir teh di atas meja masih setengah isi tapi tehnya sudah dingin dan mengering di tepinya, buku catatan Lurah Kandang yang selalu ada di meja sudah tidak ada.
677 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai tebak tebak kan gombal
Baca
+Pustaka
CALON TUMBAL

CALON TUMBAL

Selena mengucapkan salam dengan nafas terengah-engah, suaranya penuh kepanikan, sampai membuat pemilik rumah kebingungan. "Wa'alaikumussalam, Selena?" Ibunya Rangga langsung membuka pintu, heran melihat kondisi Selena yang tampak cemas. Tatapan Selena langsung tertuju pada seorang bayi yang tengah menangis, persis seperti yang ia lihat dalam penglihatan sebelumnya di makam. Namun, kali ini, ada yang lebih aneh di sekeliling bayi itu, tampak asap hitam yang meliuk, sebuah tanda jelas bahwa bayi tersebut adalah calon tumbal.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai tebak tebak kan gombal
Baca
+Pustaka
Bukan Sebab Cinta Ditolak

Bukan Sebab Cinta Ditolak

Titah Gaek Lungga. Ardi memperhatikan betul setiap kalimat yang diucapkan orang tua, karena itu adalah syarat yang harus disiapkan untuk memulai permainan. "Hidupkan dupa bakar kemenyan, di petang Kamis malam Jum'at. Memainkan gasing dengan penuh dendam, bangkit sijundai pembuat onar." Lanjut Gaek Lungga. "Gasing bertali si kain kafan, putusnya gasing putus makrifat. Ini permainan bertaruh nyawa, jika tidak mati maka akan gila. Apa kau sanggup melakukannya?" tanya si orang tua.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai tebak tebak kan gombal
Baca
+Pustaka
TERTAWAN GODAAN CINTA

TERTAWAN GODAAN CINTA

Gombalan yang menggemaskan. “Apaan sih. Kebanyakan gombal sama becanda!” balas Belva kesal. Tigor tersenyum lebar, kemudian berkata, “Andaikan itu serius, gimana?” Belva tersenyum tipis. “Gak gimana-gimana, emangnya aku harus bersikap gimana?” Tigor menelan ludah. Mendadak gugup. Kemudian ia kembali menatap Belva, kali ini tatapan serius.
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai tebak tebak kan gombal
Baca
+Pustaka
Perjanjian Panas dengan Bos Arogan

Perjanjian Panas dengan Bos Arogan

Gombalan maut namun sangat receh! Gaby tertawa dan memukul bahu Haven. “Kamu lucu!” “Tidak memukulku juga Gabriella…” Haven menaangkap punggung tangan Gaby dan mengecupnya pelan. Haven tersenyum tipis melihat Gaby yang tertawa begitu puas. “Kamu sangat lucu..” Gaby menatap Haven. “Gombalan kuno seperti bapak-bapak. Haven menyipitkan mata. “Tidak masalah yang penting bisa membuatmu tersenyum.
1067.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai tebak tebak kan gombal
Baca
+Pustaka
IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU 8 "Kamu mau minjam uang? Ga salah? Kamu baru sebulan kerja disini. Dan hari ini meminjam uang dua puluh juta? Hahaha!" Tawa Pak Joshua menggema. Aku menunduk sambil mengigit bibir. Memang tak ada pantas pantasnya permintaanku.
1029.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 844 kali sebagai tebak tebak kan gombal
Baca
+Pustaka
Teka-Teki Gadis Terkutuk

Teka-Teki Gadis Terkutuk

Di dalam sarang kotor tersebut hiduplah seorang gadis muda berusia enam belas tahun bernama Irra, dan seorang anak laki-laki berusia lima tahun bernama Shorang, mereka sedang menikmati makan malam yang mereka siapkan dari sisa-sisa makanan pagi hari yaitu sup larva nyamuk, dan telur belalang rebus. Sambil merasakan kehangatan dari api unggun kecil yang terletak di dekat mereka, Irra dan Shorang duduk dengan nyaman di atas tikar yang terbuat dari anyaman daun. Shorang kemudian dengan lembut memulai percakapan. "Hei Irra." "Menurutmu siapa yang akan menang dalam pertarungan ini? Apakah Dunia Atas dan Dunia Bawah akan selamat dari kehancuran?"
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai tebak tebak kan gombal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status