PENDEKAR MACAN TUTUL
“Putra dari Ki Lurah Cokro itu akan baik-baik saja. Hanya saya ia butuh waktu yang cukup lama untuk memulihkan luka dalam akibat pukulan Golong dan Kerta. Demikian juga bagian dada bekas cakarannya. Tetapi harus aku nasihatkan kepada kalian, bahwa hal seperti tadi tak perlu diulangi lagi di lain waktu, sekiranya lawan kalian adalah bukan manusia yang memang sangat jahat. Kalian cukup memberikan pukulan yang menghentikannya. Akan selalu ada jalan insyaf dan taubat bagi setiap manusia yang gemar berbuat dosa.”
“Baik, Guru. Maafkan kami ....!” ucap Panji Jagat, Kerta, dan Golong hampir bersamaan sembari memberi tabik.
Malam hari, di bawah cahaya rembulan purnama Panji Jagat mendapat gemblengan
Hot Chapters