ANAK TUKANG CUCI PIRING
Azu Racerita pendek tentang ibucerpen tentang nenekrumah nenekcerpen singkat tentang ibu
Sembari berteriak memaki namaku, dia menjambakku terus menerus.
Seperti kerasukan makhluk lain, tenaga Wa Muniroh begitu kuat, sampai-sampai Pak Abidzar kesulitan melepas cengkeraman tangan wanita itu dariku.
"Astagfirullahalazim! Muniroh!"
"Berhenti, Muniroh! Berhenti! Kasihan Imas!" ucap seseorang, dari suaranya aku bisa tahu jika lelaki itu adalah Wa Muslihin. Aku memang tidak bisa melihat karena Wa Muni masih habis-habisan menyakitiku.