Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Abang Ojek VS Ibu Polwan

Abang Ojek VS Ibu Polwan

“Burung Hekal, maksud saya burung itu kepunyaan Hekal.” “Oooooh..,” Olive membulatkan bibirnya. Sebentar ia cengangas-cengenges karena menahan geli. “Kalau namanya, atau jenisnya, burung apa?” “Cucak rowo, atau terocok rawa. Orang Melayu bilang, burung merbah. Warnanya memang kurang menarik seperti burung terocok pada umumnya. Tapi suara kicaunya juga keren kok, walaupun variasinya tidak sebanyak murai.”
9.447.9K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as telinga burung
Show Reviews (18)
Read
+Library
Ayusqie
Top Five vote 5/9/2023. 1.Produksidiperta 2.Agustian 3.Edy Suparman 4.Agustian Absyari 5.Awang Mulyadi. Terima kasih kk pmbaca utk votenya. Trrima kasih jg utk kk2 yg lain, yg tdk bisa sy tulis semua namanya di sini. Licin rejeki enteng jodoh sehat selalu dan dompetnya basah terusss.. amin.
Nia Ummi Hasan
baca novel burunan cinta Bu polwan ....kek nonton film ada debar2 kejutan, disetiap episode nya... tapi ada jengkelin SM Haikal ny yg lemot raih sinyal cinta nya olive... gue keplak tu kepala biar nyangkut sinyalnya
Read All Reviews
Reinkarnasi Kaisar Tanpa Tanding

Reinkarnasi Kaisar Tanpa Tanding

Dia mengeluarkan sebuah peluit giok kecil dari jubahnya dan membunyikannya, sebuah nada yang tidak terdengar oleh telinga manusia tetapi menggema di alam spiritual. Dari langit, sebuah bayangan besar turun. Itu adalah seekor burung peng raksasa, bulunya berwarna abu-abu baja dan matanya tajam seperti pisau. Itu mendarat dengan anggun di dekatnya, membungkuk kepada sang Peramal. "Naik," perintah sang Peramal kepada Chen Long, sebelum melompat ke punggung burung itu dengan kelincahan yang tidak sesuai dengan usianya.
619.1K viewsCompletedAdded to Library 628 Times as telinga burung
Read
+Library
Dewi Penyembuh Surgawi

Dewi Penyembuh Surgawi

Berani sekali mereka mengatur hidupku … gumamnya dalam hati. Saat Tian Ming melangkah memasuki Paviliun Naga, seekor burung kecil berbulu hitam pekat melayang turun dengan anggun, mendarat di pagar kayu ukir di depannya. Burung itu memiliki pita merah di kakinya—tanda khas burung pengantar pesan milik Wu Liang, tangan kanannya yang paling terpercaya.
1073.3K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as telinga burung
Show Reviews (31)
Read
+Library
Big Man
~Ijin promo Thor~ Sebuah karya yang dibuat oleh 2 Author. Menyajikan alur cerita dan pertarungan yang epic dengan genre fantasi/kerajaan. Dengan latar negeri jepang, cerita tentang pendekar dengan sentuhan gaya samurai dengan ilustrasi gambar, Mari mampir ke novel kami. dan ikuti cerita baru ini.
Pok Jang
Numpang promosi thor! Tiga Mayat Satu Takdir ~ "Dalam dunia di mana kebajikan adalah topeng, seorang pemuda bertaruh segalanya demi cinta dan keluarga." "Ketika sihir terlarang menjadi satu-satunya pilihan, bagaimana kebaikan bisa bertahan?"
Read All Reviews
Dendam dan Rahasia Tuan Muda

Dendam dan Rahasia Tuan Muda

“Masih berani ngobrol di pelajaran saya! Sudah pintar sekali kamu ya!” Adhira menyengir sambil menggaruk kepalanya. “Kamu coba buat satu bait.” Pak Heno langsung meminta Adhira yang kebingungan itu membuat pantun. “Ehm… ehmm…. “ Burung perkutut burung merak Burung pelican burung kutilang Burung garuda burung jalak Burung kasuari burung elang
1011.9K viewsOngoingAdded to Library 249 Times as telinga burung
Read
+Library
Mahkota Darah sang PHOENIX

Mahkota Darah sang PHOENIX

Disusul dengan raungan khas burung Phoenix yang terdengar megah dan sakti. Zhu Linglong melihat dengan kedua matanya sendiri. Sudah keluar wujud burung Phoenix berwarna merah delima, dan memiliki mahkota emas yang menyalakan api. Sayapnya mengepak seperti menyilaukan warna merah keemasan. Ekornya melambai-lambai di antara desiran angin yang menyapanya. Mata burung itu indah sekali, seperti kristal merah yang mengkilap.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as telinga burung
Read
+Library
Burung Suamiku Menghilang

Burung Suamiku Menghilang

ucap Surti. Mirna hanya mengernyitkan dahi, Lovebird Madagaskar, nama apalagi itu, ia tak tahu jenis burung seperti apakah itu. Walaupun begitu, ia lalu berjalan mendekati mereka untuk membantu mencari burung itu.
109.6K viewsCompletedAdded to Library 267 Times as telinga burung
Read
+Library
Iveryne ; Mitos Pedang Iblis

Iveryne ; Mitos Pedang Iblis

Itu adalah suara khas burung camar laut, sebuah seruan keras yang menarik perhatian Thalassa. ”Kraak! Kraak!” seruan itu terdengar seperti panggilan, memecah keheningan sekaligus memancarkan pesan penting. Mata Thalassa seketika menyorot sumber suara, di mana sekelompok burung camar laut berkumpul di atas batu karang yang terpapar sinar matahari. Dengan getaran suara kuat dan tegas, burung-burung itu seperti memberi peringatan, menyampaikan pesan yang tak terucapkan
2.0K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as telinga burung
Read
+Library
ELLIA

ELLIA

Anonim.inaalaiaelianael
gerutu Edhi dengan muka masam dan penuh iba. Sepertinya memberi perintah pada bomba akan sia-sia. Sementara itu, dua burung itu ternyata burung elang dan burung hantu. Dua burung yang berasal dari Planet Zoo yang ikut terjebak ke dalam jam pasir kuno. Mereka ingin membantu Ellia, sahabat mereka dan para binatang di kebun binatang Planet Zoo. “Kalian?” Ellia terhenyak begitu mengenali kedua burung itu.
4.1K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as telinga burung
Read
+Library
Keluarga Sempurna untuk Anak Tunadaksa

Keluarga Sempurna untuk Anak Tunadaksa

Diva mengecup kepala Alara penuh kasih sayang. Tiba-tiba Alara melepas pelukan, "Kalau burung ini ada di kebun binatang tidak Bunda?" Alara mengambil buku mewarnanya. Alara menunjukkan satu gambar hewan yang belum di beri warna, "Ini Bunda, di kebun binatang ada burung ini tidak?" "Bisa Alara sebutkan pada Bunda, namanya burung apa?" "Em, Cen-de-ra-wa-sih?" Eja Alara sesuai alphabet di atas gambar.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as telinga burung
Read
+Library
Pengorbanan Dibalas Pengkhinatan Cinta

Pengorbanan Dibalas Pengkhinatan Cinta

Burung itu langsung menyantapnya hingga habis, lalu mendongak dan terus mengucapkan selamat tahun baru. "Masih bisa ngomong yang lain?" tanya Deven. Burung itu terdiam sejenak, lalu kembali berbicara, "Deven! Deven! Deven!" Deven tercengang, burung ini ternyata tahu namanya? Bisa dilihat, Kyra sering mengucapkan nama Deven di hadapan burung ini.
9.1233.4K viewsCompletedAdded to Library 7.5K Times as telinga burung
Show Reviews (86)
Read
+Library
Kikan Hapsari
Setelah sekian lama akhirnya baca lagi nih novel dengan perubahan alur yang makin seru (soalnya sekarang giliran karma buat Deven, jujurly senang banget akutu liat Deven tersiksa ...). Etatapiii napa TAMAT sih, kan si beruk Okto dan si kutil badak Irish belum dapat karma. Mungkin ada season ke 2 nih.
Hasna Al-rasyid
sbnarnya menarik ceritanya cm alurnya terjebak di satu situasi yg itu² aja. tdk ada pengembangan karakter atau situasi. gk ada penyelesaiannya. jadi terkesan monoton dan bs ditebak alurnya. baca sudah bab 400 tp cerita msh muter² kyk bab 1.
Read All Reviews
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status