Ranjang Panas Tuan Hakim
Tantangan dari Allena bagai bensin yang menyiram kobaran api di dalam dadanya.
Dengan gerakan yang amat cepat, jemari Gilbert meluncur naik, mengepit dagu Allena dengan tegas, cukup kuat untuk menahan wajah wanita itu agar tak bisa berpaling, namun cukup lembut hingga tak menimbulkan lebam.
"Ingat posisimu, Allena," peringat Gilbert. Suaranya berubah dingin, sarat akan ancaman terselubung yang menusuk hingga ke tulang hitam.