Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Milik Sang Bayangan

Milik Sang Bayangan

“Kamu boleh terus dorong aku. Tapi suatu saat… aku akan mendorong balik. Dan kalau kamu jatuh, aku tidak akan menangkapmu. Aku akan ikut jatuh bersamamu.” Kayra menahan napas. Lalu membalas, “Jangan sok-sok an jadi pujangga, Tuan Bayangan.” Mereka tidak saling menyentuh lagi. Tapi jarak di antara mereka… tinggal napas. Dan di dalam napas itu, sesuatu mulai menyala. Sesuatu yang tak bisa lagi dipadamkan. ***
616 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai teman bayangan
Baca
+Pustaka
Gelang Langit

Gelang Langit

"Ya. Ruang ini akan menunjukkan apa yang kita sembunyikan dari diri sendiri. Kadang ia menampilkan masa lalu, kadang masa depan. Kadang, ia memperlihatkan hal yang seharusnya tidak pernah ada." Tirta tertawa hambar, jelas gugup. "Kalau begitu, kita bisa memilih untuk tidak melihat, kan? Aku tidak butuh diingatkan soal masa lalu." Namun sebelum siapa pun menjawab, danau itu bergetar halus. Riaknya tidak berasal dari angin, melainkan dari sesuatu yang muncul perlahan di permukaan. Sebentuk bayangan berdiri — samar, namun berwujud manusia. Dan yang paling mengganggu adalah: wajah bayangan itu mirip dengan Tirta.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai teman bayangan
Baca
+Pustaka
Bayangan di Balik Cermin

Bayangan di Balik Cermin

Salah satu teman terdekat Emily, Sarah, memberikan informasi yang lebih rinci. "Emily pernah bercerita tentang pria itu. Namanya Daniel. Mereka bertemu di sebuah acara kampus beberapa bulan yang lalu. Emily sangat menyukainya, tetapi dia juga mengatakan bahwa Daniel memiliki sisi gelap yang membuatnya sedikit takut," kata Sarah. "Sisi gelap? Apa maksudmu?" tanya Alex dengan penasaran. “Emily bilang bahwa Daniel kadang-kadang sangat misterius dan tertutup. Dia tidak suka berbicara tentang masa lalunya, dan beberapa kali Emily merasa seperti dia sedang diawasi," jawab Sarah.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai teman bayangan
Baca
+Pustaka
SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH

SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH

“Pak Bima baik ya, Bu. Sayang sama Bang Barra dan Adek Bulan.” “Iya, Mbak. Aku sangat beruntung punya teman seperti dia yang selalu ada buat aku. Dia selalu siap menolong jika aku butuhkan. Apalagi kalau terkait si kembar. Dia selalu bergerak cepat. Jarang-jarang teman yang bersikap seperti itu.” “Yakin cuma teman, Mbak?” Sang pengasuh menggoda. “Mak-sud, Mbak?” Kening wanita berphasmina warna krem yang tidak lain Mentari, berkerut. Kepalanya meneleng.
9.81.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26.8K kali sebagai teman bayangan
Tampilkan Ulasan (184)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, Dan ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Osky Agistaragia
mba thor, kenapa koq sekarang ini cuma 1 bab sehari?! Biasanya 2 bab sehari? itupun buat kita2 masih kurang...koq ini malah dikurangi jadi 1 bab.. Tolong di tambah deh mba thor..... Mohon bisa dipertimbangkan usulan n permintaan para pembaca n penggemar mba thor...agar bisa diterima dan terealisasi
Baca Semua Ulasan
Hampir Dijebak Teman

Hampir Dijebak Teman

Ah, benar-benar dunia yang kejam. Teman baikku dulu, sekarang tega menjebakku demi uang 4 miliar, bahkan sampai mengorbankan putrinya sendiri. Untungnya aku berhenti tepat pada waktunya, sehingga kesalahan besar tidak terjadi. Baru berjalan beberapa langkah, Norman mengejarku dari belakang dengan wajah memelas. "Eh, kawan, ayolah kita bicara baik-baik. Tadi aku cuma kasar sedikit."
9.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai teman bayangan
Baca
+Pustaka
BAYI TETANGGA MIRIP SUAMIKU

BAYI TETANGGA MIRIP SUAMIKU

Kami sudah berteman sejak lama. “Kemarin, Re,” jawabku setelah pelukan kami terurai. “Gimana kabar kamu, baik kan?” tanyanya kemudian. “Seperti yang kamu lihat,” sahutku sembari mengendikan kedua bahu. Rere terlihat memindai penampilanku dari bawah sampai atas, lalu berhenti saat mata kami beradu pandang. “Wajah kamu kok kusut gitu sih? Kayak lagi banyak pikiran,” celetuk sahabatku.
9.1119.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai teman bayangan
Baca
+Pustaka
Luna dan Para Garda Patriot

Luna dan Para Garda Patriot

Bayangan, Itu adalah bayangannya sendiri yang sudah berubah menjadi seperti mahluk hidup dan tadi berniat menelannya bulat-bulat. Bayangan hidup itu memperbesar diri dengan menarik bayangan lain di sekelilingnya. Tembok-tembok yang tadinya berwarna suram menjadi terlihat lebih jelas ketika bayangan mereka terhisap. Namun sebaliknya, lapangan itu menjadi seperti dipenuhi oleh genangan minyak yang tumpah.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai teman bayangan
Baca
+Pustaka
SALQUEEN

SALQUEEN

Ingat satu hal Tidak ada yang benar benar setia di dunia ini Bahkan bayangan yang selalu bersama kita saja bakalan ninggalin kita sendirian di dalam kegelapan ~~~ Seorang cewek berambut coklat tengah melihat pantulan dirinya di depan cermin, dengan baju sekolah dan juga tas yang sudah ia sandang, tak lupa senyum yang selalu terbit di wajah cantiknya. Kaki jenjangnya melangkah keluar dari kamar menuju meja makan yang berada di lantai 1.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 364 kali sebagai teman bayangan
Baca
+Pustaka
Batu Akik Penakluk Wanita

Batu Akik Penakluk Wanita

Bayu juga berpikir hal yang sama seperti Selvi. Namun, saat ia berbalik ke belakang pandangan Bayu tertuju pada bayangan tubuh mereka di pasir. Saat mereka membelakangi cahaya, bayangan tubuh mereka terlihat di di pasir pantai. Tiba-tiba Bayu terpikirkan ide. “Emm … bagaimana jika ambil foto bayangan kita di pasir? Lihat itu bagus kan, sini dekatkan dirimu.”
1052.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai teman bayangan
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Kelebatan dua bayangan, kuning keemasan dan kuning saling susul menyusul, bahkan ada kalanya dua bayangan berjajar berdekatan seperti dua orang sedang memadu kasih. "Sebentar lagi kita sampai," kata bayangan kuning dengan langkah lari tetap, “...entah bagaimana kabar kakakku!?" “Aku yakin ia sehat-sehat saja," timpal bayangan keemasan. "Bagaimana kalau kita adu cepat?" "Boleh!" sahut cepat si bayangan kuning sambil mengempos tenaga. Sebentuk uap putih terlihat bergumpal di bawah kaki bagai asap yang menopang tubuh si bayangan kuning.
1031.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai teman bayangan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status