TEMAN WANITA AYAHKU
Bintu Hasankunci ternyata belum siap akutuhan tolong aku ku tak dapat menahan rasa di dadakumengapa belum siap aku kehilangan dirimukarena kamu aku rela menunggu
"Iya, benar. Aku dua bersaudara. Kakakku perempuan, punya anak satu. Namanya—"
"Mas!" Ida memotong cepat, tatapannya tajam. "Kenapa jadi sok akrab begitu? Udah sana, kita lagi sibuk."
Bukannya tersinggung, pria itu malah tersenyum tipis, kembali menatap Ira. "Margaku Chen."
"Chen ...," gumam May, teringat seseorang.
"Aku pamit dulu, Bu." Guoqian sedikit menunduk ke arah Nek Nian sebelum melangkah pergi.