PERMAISURI YIN
Rosa Rasyidinauthor pasutri gaje meninggalsosok misteriusinfus tangan wanita remajapap tangan berdarah kena pisau
Bahkan Su Yin menggunakan hanfu sederhana serba putih dan warnanya sangat kusam.
“Nona, kau baik-baik saja?” Wanita tua pemilik rumah itu mendekati sang permaisuri. Ia menemukan Su Yin tergeletak di tanah dan tidak ada yang peduli.
“Bibi Guam,” ujar Su Yin. Di masa lalu mereka bertemu lagi ternyata, tetapi bukan sebagai kerabat dekat.
“Aiiyaah, namaku Guaning, tapi kau bisa memanggilku Bibi Guam kalau memang suka. Lukamu masih pedih?”