Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TERJEBAK CINTA DALAM KEBOHONGAN

TERJEBAK CINTA DALAM KEBOHONGAN

Supaya tidak hamil. “Cepat minum itu sesuai petunjuk, semoga kecebong-kecebong itu belum tumbuh di rahim kamu!" Printah Kiara, yang menyodorkan alat kontrasepsi. “Tapi inikan sebelum melakukan anu?" Giselle menerimanya dengan ragu. “Itu yang biasa, ini yang khusus darurat, biasanya Mama memberikan ini sama cewek yang diperkaos!” ujar Kiara menjelaskan.
788 viewsOngoingIdinagdag sa Library 22 Beses bilang tembakan beneran
Read
+Library
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

kata Radit memberi saran. "Emmm gue sih ... Setuju aja kalo lohh?" Tanya Rangga menunjuk Radit. "Yah gue ngikut aja kan gue nebeng sama loh hehehe" "Nah berarti semua setuju kan. Yaudah nanti pake mobil gue aja sama risa," kata Radit. Semua temannya mengangguk setuju. **
102.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 73 Beses bilang tembakan beneran
Read
+Library
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> Tombak itu menakutkan, membawa aura kematian yang mencengangkan, seperti Sungai Styx yang mengamuk, langsung menusuk Lin Xuan. Kekuatan tembakan itu begitu besar sehingga meskipun dilindungi oleh Armor Teratai Merah, pertahanan Lin Xuan tetap tertembus.
1013.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 403 Beses bilang tembakan beneran
Read
+Library
Sang Penabur Benih

Sang Penabur Benih

Saling berebut siapa yang paling benar, saling tidak mau mengalah, saling kejar mengejar hingga pukul memukul. Kejujuran itu seperti momok, terlihat menakutkan di awal namun memiliki kekuatan tak terkalahkan sesudahnya. Apapun serangan yang kembali menghadang bisa menjadi gentar karenanya. "Aku terpaksa tinggal di luar, ketika Celia memasukkan semua isi pakaianku ke dalam koper dan melemparnya keluar rumah dad." Dad Mark menatap Raleigh tidak percaya. "Apa yang kalian persoalkan hingga seperti ini?"
7.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 164 Beses bilang tembakan beneran
Read
+Library
Jebakan Kemenangan

Jebakan Kemenangan

Boga mengundang banyak media untuk meliput, membuat perbincangan tentang acara itu semakin panas, seolah-olah takut orang lain tidak tahu. Tentu saja, aku harus hadir untuk bertemu dengannya. Berhasil menyelinap masuk ke tempat acara, peluncuran produk pun sudah dimulai. Boga berdiri di atas panggung dan berbicara panjang lebar tentang keunggulan baterai ini, jelas sekali dia meniru rancangan kami. Semua orang yang hadir tampak terkesan dengan penjelasannya. Asistenku yang datang bersama pun kesal dan dengan pelan berkata, "Kak Guswan, dia benar-benar meniru kita, ini nggak bisa dibiarkan!"
3.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 64 Beses bilang tembakan beneran
Read
+Library
Cemburu Membawaku Kembali

Cemburu Membawaku Kembali

Dia melepaskan tangannya yang menutup mulut Crystal setelah Crystal mengangguk tanda mengerti “Sorry sorry. Tapi sumpah lo? Enggak boong kan ini?” tanya Crystal yang masih tidak percaya dengan berita yang baru saja dia dengar “Iyaa. Masa sih lo enggak percaya sama gue? Secara kan gue enggak pernah boong!” ucap Fian dengan nada bicara yang kelewat percaya diri. Saat mereka sedang berbincang, ponsel Fian tiba-tiba saja berdering. Dia menatap si penelpon dengan wajah yang panik
2.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 63 Beses bilang tembakan beneran
Read
+Library
Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya

Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya

TAP! Nagendra melompat masuk ke lorong tebal, menutup kembali celah pelarian menggunakan sisa panel kaca berat dengan dorongan hawa murninya. Peluru-peluru berperedam suara bersarang liar di dinding beton tepat di belakang mereka, namun sudah terlambat bagi para penyergap Trah Sangkala.
1010.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 314 Beses bilang tembakan beneran
Read
+Library
Mendadak Kembar

Mendadak Kembar

Kamu gimana sih tadi kan Mami belum selesai ngomong kok malah kamu matiin teleponnya. [Mi, Bram lagi sibuk.] Saat Bram asyik berbicara dengan ibunya, tiba-tiba Melati merasa begitu mual. "Mel, kamu kenapa?" "Gapapa Mas." [Bram, kamu sedang sama siapa? Kok ada suara perempuan.] [Teman Bram Mi.] [Bagus Bram, coba kamu dekati dia.] [Mami, Melati cuma temen.] "Kenapa Mas?" "Gapapa, Mami memang reseh."
105.0K viewsOn holdIdinagdag sa Library 129 Beses bilang tembakan beneran
Read
+Library
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Matanya tertuju pada kelompok banteng yang marah, dan cahaya di matanya sangat tajam. "Itu untuk memaksa mereka masuk ke dalam perangkap." Para Knight di kedua sisi sudah tahu bahwa setiap langkah perburuan ini adalah jebakan kematian yang diperhitungkan. "BOOM!! BOOM!! BOOM!! BOOM!!" Tombak api penembus baju besi ditembakkan terus menerus, ledakan terdengar satu demi satu, dan api berkedip di malam bersalju.
9.78.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 217 Beses bilang tembakan beneran
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status