MARTA, cinta kedua
“Hmm, tolong ambilkan, ya. Aku nggak tahu kamu nyimpen disebelah mana.“
Cepat ku buka ruang tempatku menggantungkan jas. Jangan bayangkan jika lemari Arka sebesar lemari dua pintu. Benda itu memenuhi dinding, dari ujung sampai ke ujung. Mungkin ini dibuat custom, karena bahkan ada yang melintang di atas pintu. Kata Arka, itu khusus untuk barang atau benda yang jarang di gunakan.
Hebatnya lagi, benda sebesar itu nyaris penuh.
“Mau pake warna apa?“ tanyaku sambil menatap gantungan jas dengan berbagai model dan warna.
“Hmm, abu-abu boleh,” jawabnya santai.
Kepalaku berdenyut. Lebih dari sepuluh jas berwarna abu-abu di sini!
“Lebih spesifik, Bos!“ gerutuku kesal.
الفصول الرائجة