Tergoda Pesona Ibu Mertua
Suasana pagi itu terasa ringan, penuh tawa, dan aku merasa lega melihat Mama Siska tersenyum lepas, seolah kekhawatirannya tentang orang misterius itu mulai memudar.
Siang harinya, perut kami mulai keroncongan. Aku mengusulkan makan di rumah makan sederhana, bukan restoran mewah seperti yang mungkin diharapkan orang mengingat statusku sekarang. Aku lebih suka suasana santai, tempat yang membuatku merasa seperti dulu.
"Pak Herdi, ke warung makan Betawi di Setu Babakan aja, ya," pintaku.