Dibeli Mantan Ayah Mertua yang Hot
Ada siomay, cilung, seblak, kopi susu, sampai gorengan yang aromanya menggoda dari jauh.
Suasana riuh, ramai oleh suara pedagang yang menawarkan dagangannya dan tawa pegawai yang melepas penat. Lusi merasa sedikit lebih ringan. Di tempat seperti ini, ia bukan “istri bos”, atau subjek gosip, dan bukan juga target teror. Ia hanya Lusi yang lapar, sama seperti orang biasa yang lain.
“Oke, kita pisah ya,” kata Ayu sambil menunjuk gerobak cilung di tengah. “Ketemuan di sini lagi sepuluh menit.”
Hot Chapters