Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Warisan Pacar 3 Bulan

Warisan Pacar 3 Bulan

Psikiater menyarankan aku untuk menjalani terapi agar bisa mengendalikan emosiku. Setelah setengah tahun, aku dinyatakan sembuh dan tidak memerlukan perawatan lagi. Yang orang tuaku dan psikiater itu tidak tahu adalah aku sudah menemukan pelampiasan yang tepat untuk meredakan emosiku. Pada saat emosiku tinggi, aku menyiksa dan membunuh hewan hewan, aku bahkan memiliki bengkel sendiri untuk menyalurkan emosiku itu. Hal itu memberikan kepuasan bagiku dan setelah itu emosiku akan kembali normal. Semakin tinggi emosiku, maka wujud korbannya harus semakin besar. Jika tidak itu tidak akan memuaskanku. Setelahnya pikiranku menjadi sangat jernih, aku bisa mendapatkan berbagai ide untuk membesarkan p
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai tempat pelampiasan emosi
Baca
+Pustaka
Istri Badas VS Pelakor Keji

Istri Badas VS Pelakor Keji

ia beberapa kali melakukan hal itu untuk menurunkan emosi yang membabi buta. "Maaf Sayang. Maafkan Mama sudah berteriak di depanmu," sesal wanita itu mencoba menarik perhatianku. Aku tengah melakukan relaksasi otot oposisi untuk menghilangkan rasa cemas yang berlebihan.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai tempat pelampiasan emosi
Baca
+Pustaka
Saat Ibu Mertua Berkunjung

Saat Ibu Mertua Berkunjung

Jika dengan duduk emosi masih tidak stabil, kita diharuskan untuk berbaring atau berwudhu untuk meredam amarah. Seperti biasa, pintu diketuk sebelum akhirnya Mas Akbar masuk ke dalam kamar. Pria itu tampak serba salah antara duduk atau menyapa, namun sentuhan di tanganku membuatku kembali merasakan kekesalan itu. "Din, kamu udah mulai tenang?" Aku mengangguk pelan. Pria itu tampak sekali menghembuskan napasnya berkali-kali, mungkin untuk menormalkan sebak yang ada dalam dadanya.
22.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 771 kali sebagai tempat pelampiasan emosi
Baca
+Pustaka
Aster [Indonesia Ver.]

Aster [Indonesia Ver.]

Green menatap galak dua remaja putri yang menatap dirinya. “Biasa aja kali, Kak. Patah hati, sih, patah hati, tapi gak usah teriak-teriak di jalan juga, serem banget.” Green tak memedulikan ucapan dua remaja itu, mereka tak tahu saja jika memendam amarah hanya akan menambah beban kehidupan, ia tak ingin munafik dengan menjadi manusia toxic, selalu berusaha berpikir positif di tengah kondisi hati yang tak karuan. Bagi Green, apa yang ia lakukan saat ini adalah caranya meluapkan emosi, persetan dengan tatapan aneh mereka yang berpikir ia frustasi, putus cinta, dan sebagainya, yang terpenting hatinya tenang dan ia tak menolak emosi negative yang saat ini tengah dirasakan.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai tempat pelampiasan emosi
Baca
+Pustaka
Pernikahan Paksa Sang Mafia

Pernikahan Paksa Sang Mafia

jelasnya dengan melangkahkan kakinya dengan perlahan. “salah satunya ... kita bisa tersadar jika kita masih memiliki tempat untuk memijakkan kaki kita, dapat mengurangi stress dan kecemasan serta memperbaiki kualitas tidur, dan yang paling penting ... membuat kita lebih tenang karena pengelolaan emosi yang baik,” tutupnya menatap Damian.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai tempat pelampiasan emosi
Baca
+Pustaka
Nafkah Untuk Keluarga Suamiku

Nafkah Untuk Keluarga Suamiku

Jika sang suami tidak bisa menahan kemarahannya lagi, Arif akan mengalihkan dengan hal lain yaitu berenang. “Lalu, pernahkah anda merasa sangat marah hingga berada di puncak emosi tapi tidak tahu bagaimana cara menyalurkannya?” Tanya Rania lagi. Aris berpikir sejenak lalu menganggukan kepalanya. “Tentu saja pernah. Tapi, jarang sekali saya ada di puncak emosi. Karena jika sedang marah saya segera mengalihkan perhatian dengan olahraga. Setelah amarah saya reda, saya akan bicara secara terang-terangan dengan orang yang sudah membuat saya marah. Bisa di bilang saya langsung menyalurkan energi dan meyelesaikan masalah. Walaupun tidak di saat yang bersamaan.”
1034.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 887 kali sebagai tempat pelampiasan emosi
Baca
+Pustaka
PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI

PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI

batas antara pikiran individu dan emosi kolektif mulai runtuh. ​Gejala Luberan Saraf ​Di pasar-pasar yang kini rimbun oleh tanaman, seorang pedagang tidak lagi perlu berteriak untuk menarik pelanggan. Namun, jika pedagang itu merasa cemas karena dagangannya tidak laku, semua pembeli di sekitarnya tiba-tiba merasa sesak napas oleh kecemasan yang sama. Inilah yang disebut Gema Emosional.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai tempat pelampiasan emosi
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Nuranipura telah berhasil menyelamatkan bukan hanya satu dunia, tapi ribuan narasi yang hampir mati. Namun, kedamaian di Omni-Reality kembali diuji oleh faksi misterius yang disebut 'The Emotion-Shapers'—Para Pembentuk Emosi. Berbeda dengan musuh-musuh sebelumnya, faksi ini merasa bahwa emosi manusia terlalu liar dan harus 'dirapikan'. Mereka ingin mengubah semua cerita menjadi narasi yang hanya berisi kebahagiaan tanpa konflik, karena mereka menganggap konflik adalah sumber penderitaan.
804 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai tempat pelampiasan emosi
Baca
+Pustaka
Wanita Yang Kucampakkan, Kini Menguasai Hasratku

Wanita Yang Kucampakkan, Kini Menguasai Hasratku

Bukan rasa sakit, tapi lebih ke rasa hampa dan kehilangan. ​Ini perasaan baru buat Tobias, dan dia makin frustrasi karena nggak tahu itu perasaan apa. Dia butuh pelampiasan supaya emosinya nggak meledak dan bikin dia ngerusak furnitur lagi kayak sebelumnya. ​Beberapa jam kemudian, Tobias sudah ada di depan sebuah bar. Ini bar langganannya kalau dia lagi kesal sama sikap Amara dulu. ​"Bos," sapa salah satu pelayan bar.
745 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai tempat pelampiasan emosi
Baca
+Pustaka
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

tanya Risa pelan. “Tempat bagi jiwa-jiwa yang belum berdamai,” jawab Bayangan Timur. “Lentera-lentera ini menyimpan sisa emosi manusia yang belum selesai. Amarah, penyesalan, kesedihan… semuanya bergetar di sini.” Bara menatap lentera terdekat. Di dalamnya, samar terlihat bayangan wajah seseorang, entah sedih, entah marah. Tapi matanya menatap Bara seolah mengenali.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai tempat pelampiasan emosi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status