Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Home

Home

Didasari nafsu, balas dendam, amarah, dan pelampiasan. Noela dan Angkasa duduk berjauhan di sofa. Keduanya menunduk. Noela enggan menatap, sedangkan Angkasa ingin. Noela menarik napas dalam-dalam. Perempuan itu mengais oksigen sebanyak yang dia bisa guna melenyapkan berbagai emosi yang tidak bisa ditolerir lagi. Dia marah. Dengan tangan yang terkepal kuat, dia menyampaikan, "Setan lo. Lo nggak kasihan sama Biru? Kalian berdua yang ngelakuin, tapi gue yang malu dan merasa bersalah ke dia. Nggak ada otak lo."
1012.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 502 kali sebagai tempat pelampiasan emosi
Baca
+Pustaka
Budak Kesayangan Sang Tiran

Budak Kesayangan Sang Tiran

“Untuk membangun Perisai Emosi atau Scutum Animi, kau harus memusatkan diri. Rasakan aliran tenaga hidup di dalam dada, di titik di bawah jantung. Ibu Suri Seraphina menyebutnya Fons Lucis, Mata Air Cahaya. Kedua, Bayangkan cahaya keemasan yang hangat, bukan menyilaukan, memancar dari titik itu. Bukan sebagai api yang membakar, tetapi seperti matahari terbit yang lembut, mengisi setiap pembuluh darahmu. Lalu, arahkan dengan niat. Untuk perlindungan, bayangkan cahaya itu mengkristal menjadi kubah transparan di sekeliling tubuhmu. Ia harus terasa seperti beludru hangat, tidak seperti dinding batu. Tujuannya bukan menolak dengan keras, tetapi membelokkan dengan lembut. Membuat pengamatan musuh
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai tempat pelampiasan emosi
Baca
+Pustaka
The Wedding Agreement

The Wedding Agreement

"Coba lo tarik nafas terus buang nafas secara perlahan. Lakuin itu untuk beberapa kali. Semoga membantu." Aku mengikuti sarannya dengan menarik nafas dan buang secara perlahan. Ku lakukan berulang kali sampai merasa emosiku menghilang. Dan ternyata saran yang di berikan Firly sangat manjur. Aku bisa mengurangi emosiku yang saat ini tertuju sama laki-laki itu "Thanks atas bantuan lo. Gue bisa bernafas dengan lega sekarang." Aku duduk di kursiku, mengaturnya senyaman mungkin lalu mengambil tab untuk melihat jadwalku hari ini.
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 526 kali sebagai tempat pelampiasan emosi
Baca
+Pustaka
Ternyata Suami Mendua Ketika Kami Tak Bersama

Ternyata Suami Mendua Ketika Kami Tak Bersama

"Aku sudah bilang, aku minta maaf, Risna. Semua ini kulakukan karena aku butuh--" "Aku tahu, kau butuh pelampiasan nafsu!" "Ehemm!! Mohon maaf Pak, Bu, kalian jangan berdebat lagi. Mari kita bicarakan baik-baik di rumah saya, jangan kedepankan emosi, kita harus berdiskusi dengan kepala dingin. Saya mohon ya, Pak, Bu, ketentraman lingkungan ini adalah tanggung jawab saya, saya tidak mau terjadi sesuatu di sini," ujar Pak RT menengahi.
10139.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.6K kali sebagai tempat pelampiasan emosi
Baca
+Pustaka
Biduk Cinta Senja

Biduk Cinta Senja

Akan tetapi, terkadang amarah dan emosi mengalahkan sifat itu. "Kau perlu menenangkan diri. Bagaimana kalau kita ke kafe dan minum secangkir kopi latte di Kafe Rindu? Tempatnya bagus dan kopi yang di suguhkan pun nikmat. Bagaimana?" ucap Zack berusaha membujuk Langit. Zack mengganti topik pembicaraan agar Langit tidak terlalu larut dalam kegundahan hatinya. Langit tampak diam tak merespons. Pria itu masih sibuk dengan masalah yang terus mengganggu pikirannya.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai tempat pelampiasan emosi
Baca
+Pustaka
Musuh Besar Si Gendut

Musuh Besar Si Gendut

Aku bangkit dan duduk di sampingnya. Aku mengelus punggungnya pelan, semoga saja ini bisa meredam emosinya. Ari atas ke bawah…aku mengulanginya. Aku pernah membaca mengelus punggung seseorang dari atas ke bawah saat emosi bisa menurunkan amarah itu sendiri. Ia menoleh ke arahku, matanya masih terbakar emosi, aku hampir saja berjengit takut. Aku berusaha mengeluarkan sebuah senyum menenangkan.
9.687.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai tempat pelampiasan emosi
Tampilkan Ulasan (19)
Baca
+Pustaka
Ulfah N
Aku suka gaya bahasa penulis di novel ini. Selera humor penulisnya membuat aku tak henti tersenyum karena hal-hal receh. Novel ini sangat menghibur. Aku selalu menginginkan tokoh utama pria bersama wanita pada endingnya. aku belum baca sampai selesai. Aku sangat mengerti perasaan Dave.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Pelukan Hangat Sang Letnan

Pelukan Hangat Sang Letnan

Tidak ada sisa-sisa amarah di garis rahangnya, tidak ada getaran di tangannya meski beberapa menit lalu ia baru saja mencengkeram pergelangan tangan pria kasar dan berhadapan kembali dengan luka masa lalu Salwa. ​Sebagai seorang Paspampres, Galang adalah ahli dalam "kompartemenisasi" emosi. Ia bisa membedah perasaan dan menyimpannya di kotak-kotak terpisah. Kotak berisi kejadian di parkiran mini market tadi baru saja ia gembok rapat di sudut pikirannya yang paling dalam. Ia tidak akan membiarkan udara beracun dari masa lalu itu mencemari kehangatan yang telah susah payah ia bangun di dalam apartemen ini.
709 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai tempat pelampiasan emosi
Baca
+Pustaka
Persimpangan Pilihan

Persimpangan Pilihan

Ifan mulai kebingungan menjawab pertanyaan Temi "Ahahaha, iya.. iya.. aku paham. Tapi, kedatanganmu kesini bukan semata untuk pelampiasan, kan?" "Ya nggak ada lah. Lagian, dia juga belum boleh pergi jauh sama orang tuanya." "Bisa ku percaya alasanmu kali ini?" "Itu kenyataan bukan alasan" "Baiklah. Kalau begitu kamu harus makan yang banyak biar emosi dan perasaan sensitif kamu hilang"
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai tempat pelampiasan emosi
Baca
+Pustaka
Chaos After Being With You

Chaos After Being With You

“Aku juga tidak akan masalah saat kamu menyebutkan bahwa itu hanya sebuah pelampiasan.” Apa ini tidak terlalu kasar? Batin Raihan. “Okei, sejujurnya, malem itu, yang ada hanya puncak emosi. Gue dalam kondisi dimana gue sedih, gue emosi, gue marah, gue kecewa, tapi nggak tau harus melampiaskan ke siapa,” Airin menyimak Raihan serius. “, dan gue juga dalam posisi nggak mau dikasihani orang. Gue benci ketika keluar kamar, ngeliat orang natap kasihan ke gue.” Lanjut Raihan.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai tempat pelampiasan emosi
Baca
+Pustaka
Di Ambang Gila

Di Ambang Gila

Dia menunjukkan kanvas-kanvas di mana dia membiarkan amarah dan kesedihannya mengalir bebas, coretan-coretan kasar dan ledakan warna yang kelam, dan bagaimana dia perlahan-lahan menemukan keindahan bahkan dalam kekacauan emosional itu, mengubahnya menjadi sesuatu yang baru. Mereka tidak mengirimkan ini sebagai gelombang besar. Mereka menempatkannya di dalam jaringan seperti sebuah ruang meditasi digital, mudah diakses, tetapi tidak memaksa. Siapa pun yang merasa kewalahan, tersesat, atau terluka oleh badai emosi buatan Optimizer, bisa datang ke sana dan mendengarkan. Awalnya, tidak ada yang terjadi. Badai terus berlangsung. Pertengkaran, kebuntuan, dan keputusasaan masih merajalela.
942 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai tempat pelampiasan emosi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status