Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Merajut Asa

Merajut Asa

Pencahayaan temaram dengan interior etnik Indonesia dan paduan sentuhan Tiongkok menghadirkan kesan mistis nan memesona. Ezra mendengkus, tak mungkin menolak keinginan Poppy. Ia harus mengalah agar semua rencana terlaksana. Poppy lantas berbicara sejenak dengan penerima tamu yang langsung mengarahkan mereka ke ruang pertemuan VIP.
1062.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai tempat pensil pop it
Tampilkan Ulasan (64)
Baca
+Pustaka
The Room Hijab
Salah satu novel terbaik yg ak baca di GN, susunan kalimatnya sangat apik dan detail dan mudah dimengerti jika diresapi dalam2 sangat menyentuh hati dan terbawa emosi. Sukses selalu buat authornya ditunggu karya selanjutnya yaa ka...
kyara
cerita yg bagus, banyak memberikan edukasi terutama korban kdrt agar berani speak up dan ilmu psikologi mengatasi tekanan dlm diri sendiri..semoga author slalu bs menghasilkan cerita yg " berisi" namun tetep santai penyajian nya.. tq thor, ditunggu karya selanjutnya
Baca Semua Ulasan
Ei-Bree My Betelgeuse

Ei-Bree My Betelgeuse

Vyas Cornanilaerebuselevi lestari
Kalau belum mengangkat peralatan itu tepat di depan matanya untuk mengagumi semuanya seakan-akan tidak ada pria yang lebih layak untuk dikagumi alih-alih peralatan gambar, Bree belum mau meletakkannya kembali. Itu masih seperempatnya. Tiga perempat sisanya menumpuk di rumah sewaan Hyunji. "Aku punya set obeng di kamarku," katanya, serius memilah-milah kode pensil yang tepat sementara dia berkali-kali mencoreti halaman belakang jurnal tanpa garis bersampul kartonku di meja. "Tapi melihat set-set lain yang jauh berbeda fungsinya dari milikku membuatku antusias."
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai tempat pensil pop it
Baca
+Pustaka
Hestia

Hestia

Ia ingin pembaca merasa seperti sedang diajak ngobrol sahabat sendiri, bukan digurui. “Makanya aku kepikiran ada zine pop-up juga,” ujarnya sambil menunjukkan mock-up kecil ke kamera. “Jadi pembaca bisa nulis, nyelipin foto, atau bikin notes mereka sendiri.” Odi terlihat cukup terkesan. Bahkan ia beberapa kali mengangguk sambil mengetik poin-poin penting di iPad miliknya. Namun, semakin lama penjelasan berjalan, Patra mulai menemukan satu masalah besar.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai tempat pensil pop it
Baca
+Pustaka
Berbagi Apartemen dengan Ketua BEM

Berbagi Apartemen dengan Ketua BEM

Dia tidak ingin repot-repot membuat tangannya sibuk hanya untuk menarik kursi. “Sini, Kak. Udah giliran gue, tugas gue udah selesai,” ujar Popi yang tiba-tiba datang dan mengambil note serta pena yang ada di tangan Kaila. Popi berdiri di sana masih dengan pakaian kuliahnya. Dia belum sempat menggantinya. “Halo, selamat siang menjelang sore Kakak-Kakak semuanya, mau pesan apa?” tanya Popi dengan ramah dan dengan senyum yang cerah. Ia juga memberikan kode pada Kaila untuk pergi dari sana.
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai tempat pensil pop it
Baca
+Pustaka
Gadis Sejuta Dollar

Gadis Sejuta Dollar

BRAAAK! Tidak sengaja kaleng tempat pensil sketsa yang berada di meja tersenggol tangan Albin dan pensil-pensil itu pun jatuh ke lantai. Pensil dengan berbagai ukuran berhamburan di lantai dan berguling-guling ke segala arah. “Maaf, gak sengaja,”kata Albin. Dia segera memunguti pensil-pensil itu. Kei membantu Albin memunguti pensil di lantai. Setelah tidak ada lagi pensil bertebaran di lantai, ia memberikan pensil-pensil di tangannya kepada Albin agar diletakkan kembali ke tempat semula.
9.656.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai tempat pensil pop it
Baca
+Pustaka
Pesona Ibu Tiri Temanku

Pesona Ibu Tiri Temanku

Pagi itu, langit Bandung cerah tanpa awan. Gilbert berdiri di depan sebuah ruko dua lantai di kawasan Dago, menatap plang besar yang baru saja dipasang di atas pintu masuk. Huruf-huruf berwarna hitam dengan aksen emas berbunyi tegas: Gilbrian Photography. Kombinasi dari namanya dan Adrian.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai tempat pensil pop it
Baca
+Pustaka
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

pinta Umi. Ketika hal sederhana itu dilaksanakan Cunnul, tentu saja hal yang terjadi adalah terbukanya tirai. Kalian bisa menebak apa yang ada di balik tirai? Ya, di pusat kota Bandung, kala itu di sebuah gedung besar yang terlihat polos dan masih kosong, sahabat-sahabat pena yang kamu rindukan dari tanah Sulawesi, benar-tidaknya nampak di hadapan kami.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai tempat pensil pop it
Baca
+Pustaka
Redemption: Identitas dan Masa lalu

Redemption: Identitas dan Masa lalu

Saat May memasuki toko tersebut disana hanya ada dua orang pelanggan, satu adalah seorang laki-laki paruh baya, dia sedang mendiskusikan sesuatu dengan penjaga toko yang menggunakan seragam biru dan satu lagi adalah seorang perempuan muda yang sedang melihat panci panci yang berjejer, disebelahnya berdiri seorang pelayan lainnya, ketika melihat May memasuki toko mereka dan memastikan pelanggan satunya masih membutuhkan waktu untuk menentukan pilihannya, pegawai itu datang mendekati May dengan senyuman khas para penjual. “halo pelanggan, ada yang bisa saya bantu?” katanya pada May. “halo, saya mencari pena sihir” kata May padanya. “pena sihir apa yang anda butuhkan? Kami punya berbagai jenis
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai tempat pensil pop it
Baca
+Pustaka
Pesona Berbahaya Suami Dadakanku

Pesona Berbahaya Suami Dadakanku

‘Ini … di mana? Manik zamrudnya perlahan menyapu sekeliling, hingga akhirnya tertuju pada dua sosok yang berdiri cukup jauh dari tempatnya bersandar. Keduanya terlihat sedang duduk bersila di lantai kasar dengan beralaskan kardus. “Roti macam apa ini? Tidak enak sama sekali!” Keluhan kasar itu meluncur dari bibir Penelope Smith. Wanita itu melemparkan roti bekas gigitannya─ yang baru mereka beli sebelumnya di mini market terdekat─ke lantai dengan raut wajah jijik.
9.854.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai tempat pensil pop it
Baca
+Pustaka
Love Between Blood and Tears

Love Between Blood and Tears

Mark berseru dengan penuh kegembiraan. Hari ini Mark membawa oleh-oleh berupa satu batang pensil berwarna kuning keemasan dengan penghapus putih di bagian atas. Tanpa berbasa-basi Mark memegang dua ujung pensil kemudian menekannya hingga benda panjang itu patah menjadi dua bagian. Thea terkejut nukan pada kondisi pensil yang patah melainkan pada jari telunjuk Mark. Bagian lipatan pada ruas pertama telunjuk kanan Mark mengucurkan darah karena tergores oleh patahan pensil.
3.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai tempat pensil pop it
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status