Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bus Penyelamat

Bus Penyelamat

Sindi yang merasa penasaran tersebut pun menunda dulu pencarian bukunya, dan memilih untuk mencari sumber bau kemenyang yang misterius tersebut. Di ujung ruangan pustaka itu, terlihat ada sebuah pintu yang sedikit menganga. Sepertinya pintu itu tidak ditutup rapat. Itu adalah pintu gudang tempat penyimpanan barang. Jauh di ujung belakang sana, ada pula pintu toilet yang sepertinya juga tidak tertutup. Dari dalam toilet itu terdengar bunyi seseorang yang menyalakan air keran. Barangkali saja ada orang di dalam sana, Sindi hanya menduga-duga.
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai tempat pensil pop it
Baca
+Pustaka
Passionate CEO - Malam yang Tak Terlupakan

Passionate CEO - Malam yang Tak Terlupakan

Pria berkacamata itu kembali menyunggingkan cengiran pasrah di hadapan istrinya. Suasana venue benar-benar penuh. Semua booth hanya bisa menyediakan bangku tinggi tanpa sandaran demi menghemat tempat. Termasuk Shibuya Corner Cafe di mana Mysha dan William duduk dengan santai. Aris memasak di hadapan mereka, sementara Mirna membuat minuman.
1019.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 586 kali sebagai tempat pensil pop it
Baca
+Pustaka
I Saed Lupyu

I Saed Lupyu

Sebuah ruangan mewah yang didominasi warna oren itu bertuliskan nama tempat, “Payless” Saking asyiknya mencaritahu tentang LIPO, sampai-sampai aku tidak sadar jika aku hampir saja bablas melewati tempat ini. Sae masih berdiri di tempat dengan menggengam tanganku. Tatapannya lurus pada kedua manikku yang beberapa kali kututupi dengan kelopak mata. Aku mengerjap. Sebentar kemudian, sebuah senyum mencuat di bibirnya.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai tempat pensil pop it
Baca
+Pustaka
Cinta yang Angkuh

Cinta yang Angkuh

Keesokan paginya, di ruang istirahat departemen, Popi duduk dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Sebuah syal ungu pastel melilit di lehernya dan siapa pun bisa tebak bekas apa yang sedang dia sembunyikan. Klara perhatikan temannya dengan mata sedikit menyipit sambil menyesap kopinya. Tatapannya nggak lepas dari sosok di depannya. “Sudahlah, Klara. Nggak usah buat aku tambah merasa bersalah,” kata Popi sambil tepuk ringan lengan temannya. Ditatap seperti itu buat Popi sangat nggak nyaman.
109.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai tempat pensil pop it
Baca
+Pustaka
Kelas Rahasia Bersama Teman Kakakku

Kelas Rahasia Bersama Teman Kakakku

Sepanjang perjalanan pun Poppy masih tidak mau berbicara dan terus melihat ke luar jendela, membuat Regan lagi-lagi mengurungkan niat untuk mencairkan suasana. Studio yang Poppy maksud berada di pinggir kota. Letaknya berada di bangunan ruko. Walaupun terlihat kecil, dekorasi yang dipajang di luar studio membuat Regan langsung paham sisi estetik pemiliknya. Regan sudah siap membuka sabuk pengamannya, ketika tiba-tiba celetukan Poppy terdengar, “Kak Regan gak perlu turun. Aku cuma sebentar, kok.”
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai tempat pensil pop it
Baca
+Pustaka
Penyintas

Penyintas

Aula pertemuan, pusat perbelanjaan, pusat restoran, bioskop, dan berbagai macam tempat rekreasi serta hiburan lainnya. "Hmm… hari ini kemana ya… ini, bosan… ini bosan… bosan… bosan…" gumamnya menggeser tiap gambar satu per satu. "Haa… Jadi membosankan semua…" ia menggeser jejeran gambar tersebut dengan kuat. Ketika putaran berhenti, terlihat satu lantai yang cukup menarik perhatiannya. "Ini…" Pip! Ketika ia menekan gambar tersebut, seketika itu juga muncul sembilan gambar lain yang menggantikan jejeran gambar yang mengelilinginya.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai tempat pensil pop it
Baca
+Pustaka
Mencintai Istri Bos

Mencintai Istri Bos

Inilah hadiahnya jatuh ke tanganku. Indah memang mengenang semuanya, pantas filem kampus biru laris manis. Duduk di serambi depan rumah, aku mulai memainkan pensil. Di sisi kiri kutaruh bolpoin ukuran sedang. Rapidho 0.1 Mili, sengaja kuletak tepat depan mata, untuk memudahkan mengambil saat tangan ini mulai mengarsir garis tipis. "Bagaimana gambarmu? Sudah selesai?" Herton datang membawa plastik beridi kacang pilus. Teman baru satu ini hobi sekali ngemil cemilan jajanan seperti itu.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai tempat pensil pop it
Baca
+Pustaka
Jiwa Kekasihku di Tubuh Suamiku

Jiwa Kekasihku di Tubuh Suamiku

Ujarnya risau. Pensil itu bukan sembarangan. Benda kecil itu adalah kenangan. Hadiah dari Chandra. Ia dan Chandra menemukannya di sebuah toko mungil di Montmartre. Sebuah pensil sketsa mekanik dari rosewood. Custom handmade. Lengkap dengan ukiran tinta emas inisial namanya "A.P.V" di sisi kayu dengan gaya tulisan tangan otentik dari Chandra.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai tempat pensil pop it
Baca
+Pustaka
Ditalak 3 Lewat Telepon

Ditalak 3 Lewat Telepon

Ada denyut nyeri di sudut hati Atira saat ia berpekulasi seperti itu. “Sekarang, minta tolong ambilkan popok dewasa saja, Bu. Ada di warung saya, di rak belakang lantai ke tiga dari bawah. Maaf ya Bu!” pinta bu Retno yang langsung disanggupi oleh bu RT. “Siap,” kekehnya sambil menutup pintu kamar mandi. ***
1036.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai tempat pensil pop it
Baca
+Pustaka
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

seru sang Resi, seraya ambil tempat duduk di pojokkan ruang kedai. "Baik Kakek..!" seru sang pelayan kedai tersenyum ceria. Karena tuak terkeras dan paling wangi, harganya memang cukup tinggi dan menguntungkan. "Sobat, apakah kau sudah dengar kabar, Pendekar Penembus Batas kini sudah berada di Tlatah Palapa..?" ujar seorang pengunjung kedai, pada teman minumnya.
9.963.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai tempat pensil pop it
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status