Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

"Aku udah cuci tangan pakai sabun berkali-kali..." ​Aku udah mandi berkali-kali. Aku udah gosok badanku sampai lecet. Tapi kenapa kamu masih liat aku kotor? batin Soraya menjerit. ​"Sabun nggak bisa nyuci semuanya, Soraya," bisik Gilang sadis. ​Dia meletakkan kembali piring itu ke atas meja di sampingnya dengan bunyi trak yang keras. ​"Gue mau beli Pop Mie di warung depan aja," umum Gilang pada semua orang. "Lebih terjamin. Bungkusnya masih segel. Belum dibuka sama orang lain."
2.1K viewsCompletedAdded to Library 68 Times as tempat pensil pop it
Read
+Library
Toxic Boss

Toxic Boss

Chapter 54 Mereka memasuki sebuah ruangan yang dipenuhi dengan aneka keramik yang unik dengan eksterior bernuansa warna pastel begitu juga dengan di bagian interiornya yang berwarna pastel. Desain bangunan yang sederhana juga dipenuhi dengan lukisan dan karya seni lainnya seperti patung dan topeng. "Ini semua buatan mu, San?" tanya Delina. "Iya, tapi tak semua juga hanya sebagian. Nah, sebagian lagi ada yang saya beli dari para seniman local sini. Kalau topeng juga aku dapat dari seniman lokal dekat sini," jawab Sandra menjelaskan.
1034.4K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as tempat pensil pop it
Read
+Library
Aksa!

Aksa!

Malahan akan terlihat aneh jika ia memakai penyamaran saat sedang bersenang-senang dengan kekasihnya itu. Minuman, permen kapas, sebuah gelang berwarna hitam. Mereka sudah membeli itu semua. Dan tentu saja mereka juga sudah menikmati hampir seluruh stand yang ada di halaman sekolah. Sekarang hanya tersisa satu stand. Sebuah stand yang sangat luas. Dan di dalam stand tersebut ada sebuah tempat seperti cafe mini. Mereka berdua masuk ke dalam stand tersebut. Dan kebetulan ada satu buah tempat yang masih kosong.
109.6K viewsCompletedAdded to Library 298 Times as tempat pensil pop it
Read
+Library
Mengejar Cinta Sang Dosen Populer

Mengejar Cinta Sang Dosen Populer

Dua puluh menit mereka sampai di sebuah lokasi, tepatnya di jajaran ruko di pinggiran kota Yogya. "Tempat apa ini, Zen?" "Bengkel, Han," ketus Zen pura-pura. Jelas di depannya adalah deretan pertokoan. "Ckkk, aku tanya serius." "Dua rius, Han. Ini adalah ruko tempat kamu nanti mengembangkan bisnis keripik singkong. Selebihnya, ruko ini bisa diisi cemilan lainnya atau oleh-oleh dari daerahmu. Bisa juga dikombinasi oleh-oleh khas Yogya karena kita berada di wilayah Yogya. Pastinya wisatawan mencari oleh-oleh sesuai tempat wisata yang dikunjungi."
1025.1K viewsCompletedAdded to Library 551 Times as tempat pensil pop it
Read
+Library
Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!

Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!

jawabnya akhirnya. Oliver berdiri. Berjalan ke pintu. Tangannya sudah di gagang ketika ia berhenti—menoleh dengan cara seseorang yang baru ingat sesuatu yang sebenarnya tidak dilupakan tapi menunggu waktu yang tepat untuk diucapkan. “Oh, satu lagi. Lord Sterling?” Nada suaranya ringan, tapi matanya tidak. “Pensil itu tidak jelek. Aku baru beli minggu lalu.”
104.3K viewsCompletedAdded to Library 162 Times as tempat pensil pop it
Show Reviews (11)
Read
+Library
Luna Maji
Hai kakak kakak Luna disini. Makasih banyak buat yang setia menemani Rosemary sampai sejauh ini 🤍 Senang banget bisa berbagi cerita sama kakak. Kalau berkenan, Luna juga punya cerita baru berjudul Nona Hart, Tuan Earl Tak Mau Kau Pergi. Semoga kakak mau kenalan juga dengan mereka (⁠~⁠‾⁠▿⁠‾⁠)⁠~
Ryani
maaf thor. sempet negatif thinking.. hehe. . kebiasaan sblm baca sinopsisnya, liat gambarnya dl, tk kirain ini laki sm laki.. hehehe... masuk pustakan dl ya thor... baca kalau sdh bnyak bab nya... sering tdk sabar kl msh ongoing hrus nunggu update babnya
Read All Reviews
Pembalasan Istri Kumal

Pembalasan Istri Kumal

" Pensil ini edisi terbatas ma, kita cuma bisa beli langsung di tokonya." "Lalu? mungkin saja teman Mutia ada yang ke sana." Mutia kembali menggelengkan kepala. "Itu cuma ada di Singapore, di toko strobery di sana, Lala dapat ini dari oma Erica." Deg! Jantung Aini berhenti berdetak, apa lagi setelah dia perhatikan, di ujung atas pensil itu ada tulisan kecil nama Lala. "Sudah, biar mama simpan ya, besok akan mama kembalikan ke Lala, ah maksud mama ke rumahnya." Ucap Aini lalu memaksa Mutia kembali tidur.
8.9277.9K viewsOn holdAdded to Library 8.6K Times as tempat pensil pop it
Read
+Library
Istri Kesayangan CEO

Istri Kesayangan CEO

Jadi, Susan membuka pintu kamar dengan kunci cadangan, lalu membereskannya. Namun, Susan berani bersumpah bahwa dia tidak pernah melihat tempat pensil apa pun. Dia juga tidak berani sembarangan membuang barang Rainie. “Mama tidak pernah melihat tempat pensilmu, apalagi membuang barangmu!” Susan melembutkan nada bicaranya. “Kalau kamu benar-benar menyukai tempat pensil itu, kamu beri tahu Mama bagaimana bentuknya? Biar Mama suruh pelayan untuk mencarinya di rumah. Kalau tempat pensil itu tidak ketemu, nanti Mama akan pesan untuk buat tempat pensil yang sama persis. Gimana?”
9.12.7M viewsCompletedAdded to Library 93.5K Times as tempat pensil pop it
Show Reviews (465)
Read
+Library
Momma
seru lagi nich bab 2174 Yuna lagi nego dgn Fred... 1 anak lagi Nathan ya... Shane pasti seneng... Yuna km hebat dech... Ratu aja bs km kendalikan... mulai aemakin terkuak... yg kasian dokter ya... semoga dokter n kel selamat...
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Read All Reviews
My Assistant, My Husband

My Assistant, My Husband

Apalagi, dia melakukannya hanya dalam satu kali percobaan. “Jadi biar kujelaskan ulang.” Felix mendekat untuk menunjukkan beberapa detail. “Konsepnya adalah pensil. Bentuk case lipstiknya akan dibuat sedikit memanjang, tapi ramping. Akan ada gambar pensil di bagian luar case, untuk menunjukkan warna dari lipstik itu sendiri. Untuk kardusnya, aku membuat ilustrasi serupa buku. Memang agak lebar dibanding lipstiknya, tapi kurasa masih bisa diakali.”
103.9K viewsCompletedAdded to Library 131 Times as tempat pensil pop it
Read
+Library
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

Mamah dan Papah Hadi berdiri di sampingku, lalu keduanya menggandeng tangan ini dan kami pun melangkahkan kaki berjalan bersamaan, menuju tempat akad nikah dimana semua tamu undangan dan calon mempelai pria sudah menunggu kami. Kamar pengantin yang aku tempati letaknya di lantai dua Hotel, sedangkan Ballroom tempat resepsi pernikahan dan akad nikah berada di lantai satu Hotel, yang membuat ku harus menuruni anak tangga namun disaat itulah kejadian yang paling mengesankan terjadi. Ketika aku menuruni anak tangga semua tamu undangan langsung menoleh ke arahku, dengan menengadahkan kepala mereka melihatku yang sedang berdiri di atas anak tangga.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as tempat pensil pop it
Read
+Library
REUNI

REUNI

"Nggaklah. Gue lagi pengin berdua sama lo." Aku mengangkat dua alis. Tumben sekali. Akhirnya Giko berhasil memarkirkan mobil di lantai lima. Ya Tuhan sejauh ini. Kami harus turun satu lantai lagi karena teater sendiri ada di lantai empat. "Denger-denger kalian mau ngadain tour sekolah terkait produk baru yang diluncurkan tahun ini?" tanya Giko saat kami sedang mengantre untuk membeli popcorn.
1015.7K viewsCompletedAdded to Library 566 Times as tempat pensil pop it
Show Reviews (11)
Read
+Library
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Read All Reviews
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status