Pesugihan Kandang Bubrah
Kabut itu seolah-olah menjaga rahasia kelam yang tersembunyi di setiap sudutnya.
Malam itu, kabut terasa lebih tebal dari biasanya di desa Misahan, menyusup ke pori-pori kulit Arif Mahoni. Bahkan embusan napasnya seperti terperangkap di antara udara lembab yang pekat. Arif menatap rumah tua, tempat di mana ritual pesugihan tahunan akan dilakukan. Rumah itu berdiri di tengah hutan Srengege tepanya di antara Hutan Misahan dan perbatasan akhir desa Misahan, terpisah dari hiruk pikuk kehidupan, seperti menunggu sesuatu yang menyeramkan datang.
’Aku kembali lagi kesini, teringat pertama kali aku menuju tempat ini. Entah ke mana Dimas perginya,’ batin Arif menggingat Dimas yang berjuang bersamany