Kepolosanku Direnggut
“Sudah selesai dek,ayo tidur. Matamu udah merah itu, besok kita lanjut lagi ya. Jangan lupa bangun pagi jam 5 buat sholat setelah itu kita mandi ditempat Syafa.”
“Iya kakak Celin yang cantik,”
Mereka berdua menuju kamar. Kamar yang sederhana, kasur kapuk dan dilindungi oleh selambu, agar myamuk tidak masu, bantal 2 dan guling satu.
“Nisa, semoga kamu bisa betah disini ya. Maaf tempat ini bikin kamu dingin atau gak nyaman.”
“Apasih kak, aku ga kenapa-napa loh, kan ada selimut. Jadi kita bagi dua nih, dah ya kak jangan mandang aku terlalu gitu.”
Hot Chapters