KEMBALINYA SANG RATU
Ia duduk di atas batu besar di tepi taman, mengisyaratkan Sinta untuk duduk di sampingnya.
“Kau tahu,” katanya, “bumi ini menyimpan bahasa yang tak semua orang bisa dengar. Ia berbicara melalui getaran akar, bisikan dedaunan, dan deru sungai yang mengalir. Langit pun demikian—ia menyampaikan petunjuk lewat angin, awan, dan bintang-bintang yang saling berbisik.”
“Madrasah Langit,” gumam Sinta, “kami mencoba mendengarkan kembali.”