Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Berutang, Istri Terbeban

Suami Berutang, Istri Terbeban

ucap lelaki itu sembari menyodorkan tangannya. "Agus." Agus menjabat tangan lelaki itu. "Berapa luas sawah yang mau dijual, Mas? "Luasnya kurang lebih sekitar lima puluh lima meter persegi, Mas." "Mau dijual berapa?" "Aku pasang harga permeter perseginya di harga Rp1.200.000,00 aja, Mas." "Wah, mahal ya, Mas!" "Itu sudah termasuk murah, Mas. Di sini tempatnya strategis, juga subur tanahnya. Jadi kalau mau angkut hasil panen nggak ribet."
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai tepian sawah
Baca
+Pustaka
Dicintai Kakak Ipar

Dicintai Kakak Ipar

Byan mengagumi hasil karyanya foto canditnya. Setelah puas di bukit cinta, Byan membawa sang istri ke Tegalalang rice field. Mereka menikmati sensasi bersantai di pinggir tebing dengan pemandangan terasering sawah yang penuh diselimuti dengan padi yang mulai menguning indah. Pemandangan yang sungguh menakjubkan indahnya, Amirah tak henti-hentinya menyebut asma Allah karena kagum dengan ciptaanNya. Aisyah tidak lupa juga mengabadikan momen itu di ponsel Byan. Kenapa ponsel Byan. Ya, karena ponsel Byan lebih canggih daripada ponselnya.
1086.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai tepian sawah
Tampilkan Ulasan (5)
Baca
+Pustaka
edward
rosak ceritanya setelah mati baru suka pengorbanan elah muslihat doang ngak usah masuk penjara biar makin dekat sama erland..liat aja tadi bayinya mau mati masa jadi suka ingat bodoh plin plan kayak penulisnya..ngak benar rosak tapi bagus ceritanya hahahaha tolong kak jangan plin plan fokus aja.
Alif Sarjana
kok cerita aida dan erland jadi sepintas lalu aja sepatutnya cerita byan jadi sepintas lalu lagian byan anak angkat..ngak nyambung ngak enak sih hati..cerita erland tergantung season 2 harus makin seru rendra tuh kasi adik liat bahagia bukan jadi sepintas lalu BODOH ThOR..
Baca Semua Ulasan
Kita Beli Kesombongan Mertuamu, Nduk!

Kita Beli Kesombongan Mertuamu, Nduk!

Terlihat dari wajah mereka yang seketika berubah pias. "Bu, jangan bicara begitu dong. Malu kedengaran mereka," bisikku merasa tak enak. "Yang penting mereka kaya, Bu. Ingat, mereka pemilik sawah dan kebun teh di sini," lanjutku di telinga Ibu. Ibu menghela napas panjang sambil membuka kipas kertas. Lantas ia mengipaskan ke wajahnya. "Oh ya, Pak, Bu. Kebun teh di jalan menurun dan sawah yang di dekat irigasi itu, milik Bapak dan Ibu 'kan?" Kak Ima membuka suara.
10144.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai tepian sawah
Baca
+Pustaka
Pembalasan Berkelas Istri Tak Sempurna

Pembalasan Berkelas Istri Tak Sempurna

Bahkan tubuh tua Ismah serasa lemas, untung saja Zainab sigap menopang tubuh itu dengan sebelah tangannya, membuat Ismah bersandar di sofa. "Mama masih tidak lupa, kan berapa ukuran luas sawah bagian Mila? Harga standar di kampung ini untuk ukuran luas segitu kurang lebih 25 juta. Jadi kalau Mama meminta Hanum mengeluarkan uang 25 juta, kenapa nggak sekalian saja itu sawah dilepas untuk Hanum? Ke depannya Mila tidak perlu punya tanggungan dan Ilham tidak perlu menebus sawah itu lagi," Fahri membantu menjelaskan.
7.880.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai tepian sawah
Baca
+Pustaka
Istri hanya Status

Istri hanya Status

Mata membelalak sempurna saat menatap hamparan sawah yang menghijau. "Masya Allah … indah sekali, Kak," gumamku lirih. Mataku memandang takjub pada bentangan sawah yang ditanami padi di depanku Tepat di depan hamparan padi yang sedang hijau berdiri sebuah rumah dengan konsep klasik sederhana.
1055.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai tepian sawah
Baca
+Pustaka
Godaan si Petani Tampan

Godaan si Petani Tampan

Ukuran mereka tidak dapat memuaskanku. Setelah kebetulan mendengar dari temanku yang datang dari pedesaan mengatakan bahwa pria yang bekerja di ladang sangat kuat, pria idamanku berubah menjadi seorang petani yang kuat. Aset Adri yang ada di dalam tubuhku perlahan-lahan membesar dan terasa makin panas. Aku mendesah untuk sesaat, lalu mengulum jarinya. "Kamu keras sekali."
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai tepian sawah
Baca
+Pustaka
ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN

ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN

Mereka menikmati mangga itu dengan kedua kaki bermain air di saluran air persawahan. “Apa Mas Hilman juga masih sering ke sawah?” tanyaku yang menjadi ingin tahu saat melihat sosoknya berada di area persawahan. Walau sebelumnya aku telah tahu kalau keluarga Mas Hilman juga memiliki sawah di area ini, tapi setahuku sekarang Mas Hilman lebih banyak meninjau perkebunan sayurnya juga buah-buahan yang dikelola secara modern. “Tidak sering juga hanya sesekali dan ternyata aku malah ketemu kamu di sini.”
9.664.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai tepian sawah
Baca
+Pustaka
Cowok Metropolitan Masuk Kampung

Cowok Metropolitan Masuk Kampung

Motor trail KLX milik Ezra terparkir di kebun sepetak yang teduh dan dipinggirnya ada selokan kecil. Selain motor Ezra, ada beberapa motor yang lain termasuk motor Mang Dasa. Langkah kaki Ezra mengikuti pijakan kaki Emin yang sangat luwes berjalan di atas galengan sawah yang tanahnya agak lembek karena ini musim menanam padi, jadi semua sawah dipacul dan dialiri oleh air dari sungai irigasi.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai tepian sawah
Baca
+Pustaka
CEO Cassanova & Pelakor

CEO Cassanova & Pelakor

tanya Rio yang tak mengerti dengan selera Ayah Darell. "Bokapnya (Bapak) petani, punya penggilingan padi. Meskipun sawah dan kebunnya berhektar-hektar tapi ya begitulah,-" Darell tak sanggup menjelaskan kalimatnya, namun ia tahu kalau teman-temannya mengerti apa maksudnya. "Ya kalau cuma jual hasil sawah dan kebun gak bisa nyaingi kekayaan keluarga loe Rell " sahut Bastian.
9.979.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai tepian sawah
Tampilkan Ulasan (78)
Baca
+Pustaka
Senja Sore
Keren bgt thorr. Semu terkemas dgn rapi bgt. Alur jelas. No plot hole dan pastinya ga cacat logika sama sekali. Thanks bgt udh kasih cerita dgn sangat menarik. Aku tungguin karya yang lainnya dgn nama Rindu Rinjani ❤️
Yen Lamour
Keren, semangat terus ya kak thor ^^ mampir juga yuk ke tempatku. Ketika cinta datang menyelip di antara dendam, mana yang akan dipilihnya? Siapa tahu suka ceritanya ^^ Terima kasih ya kak thor & kakak semuanya ^_^
Baca Semua Ulasan
Suami Cacatku Ternyata Sultan

Suami Cacatku Ternyata Sultan

Setelah selesak sarapan semua dan sambil menunggu waktu, Nata serta keluarga dan juga Gerry nampak berkeliling di sekitar rumah Kyai. Tak jauh dari rumah Kyai itu, terdapat hamparan sawah yang menghijau serta barisan pepohonan di kaki Gunung Gede membuat mata siapa saja yang memandangnya nampak teduh. Beberapa petani nampak sedang menaburkan pupuk ditengah-tengahnya. Sebentar lagi, musim panen akan tiba. "Segernya," ucap Vani sambil menghirup aroma udara yang mampu menyejukkan itu.
1034.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai tepian sawah
Tampilkan Ulasan (80)
Baca
+Pustaka
Ririichan13
Allow Riri disini ... Riri mau ucapin terimakasih banyak untuk kalian yang selalu mendukung dan setia mengawal kisah Gerry dan Vani hingga saat ini. Jangan pernah bosen untuk baca ceritanya ya, kalau perlu kasih komen dan ulasan juga, agar Riri bisa berbenah menjadi lebih baik .........
Lilih Wati
alur ceritanya lumayan bagus. satu yg aku gak sreg waktu adel kok mau 'gitu' sama wisnu udah tau HIV walau bisa mencegah dgn minum obat tapi apa gak takut? trus kenapa mau sama gerry pdhl itu kaka iparnya. itu aja sih yg aku ga sreg, overall bagus, dtunggu bab selanjutnya ya author, makasih :)
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status