Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mendadak Talak

Mendadak Talak

“Kebun?” Sanad tersenyum lebar. Bagaimana mungkin ada kebun di tengah danau. “Anggaplah begitu. Dia membudidayakan dua jenis teratai di tengah danau. Alhamdulillah, sudah memperkerjakan beberapa orang untuk merawat, memetik buahnya dan mengolah menjadi tepung." “Oya?!” tanya Ardiansyah. “Aku tidak tau Bangkau punya seperti itu. Secara kehidupan mereka bisa dibilang sangat terbelakang.”
1018.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 654 Beses bilang tepian sawah
Read
+Library
Pria Cacat Itu, Suamiku

Pria Cacat Itu, Suamiku

Matanya berbinar, hatinya penuh dengan kedamaian. Saat ini mereka sudah hampir tiba. Sudah melewati beberapa pematang sawah milik para warga. Pemandangan ini begitu membuat Al tercengang. Hamparan padi yang luas menghijau sepanjang mata memandang terletak di samping kanan jalan yang mereka lalui ini, sementara di samping kiri jalan, pepohonan karet, rambutan dan beberapa buah-buahan lainnya, seperti ada cempedak juga duren. Al tak menyangka jika sawah yang dimaksud oleh Zahra tadi adalah sawah yang benar-benar bagus tanpa ada rumput ilalang yang tinggi, tanpa ada semak belukar. Semua kebun yang berada di samping kiri dan pematang sawah yang ada di samping kanan berjejer rapi dan terlihat san
1012.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 439 Beses bilang tepian sawah
Read
+Library
Pelakor dan mantan suami

Pelakor dan mantan suami

"Assalamu'alaikum Tia.." "Eh om Badrun, kok tadi pagi gak kesini om.." "Iya Tia, tadi om ada tugas ke TPI," "TPI apa om?" "Itu singkatan Tia, Tempat Penampungan Ikan," "Ooh gitu, trus sekarang om Badrun mau ngajak Tia jalan-jalan ke pantai ya?" "Nanti sore aja ya Tia, sekarang mah panas banget.."
2.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 102 Beses bilang tepian sawah
Read
+Library
Dendam Titisan Ashura

Dendam Titisan Ashura

Dia pun meminta ajudannya untuk menyiapkan kereta kuda untuk perjalanan mereka nanti. Raksha bisa merasakan ketidakpuasan Sena hanya dari sorot matanya yang masih tajam. Beruntung dia bisa menghindari itu sejenak. Semoga saja Sena tidak lagi membahas ini, harapnya. *** Raksha takjub. Sepanjang mata memandang, lahan sawah yang ada disekitarnya itu seolah tampak seperti tsunami hijau yang menaungi. Lahan sawah itu dibuat berunduk untuk mempermudah pengairannya. Hampir ribuan petani berseliweran disana untuk merawat padi itu.
1011.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 407 Beses bilang tepian sawah
Read
+Library
PESONA PAMAN TAMPAN

PESONA PAMAN TAMPAN

Darren kembali mengambil alih perhatian Elena, kemudian wanita itu menghampiri pria yang sedang dirundung amarah. “Sudahlah, kau jangan terlalu menekan Evan seperti itu! Kita cari saja peternakan lain yang mau memakai pakan yang pabrik kita produksi. Aku yakin, pasti masih ada peternakan yang masih mau memakai pakan produksi kita,” usul Elena. Tentu saja itu membuat Darren meradang.
102.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 58 Beses bilang tepian sawah
Read
+Library
Istri Cantik Penguasa Dingin

Istri Cantik Penguasa Dingin

Ternyata, Maitea fasih berbahasa Inggris. “Perkebunan apa itu?” tanya Kirei. “Agave,” jawab Maitea. “Itu merupakan perkebunan turun-temurun dari kakekku. Ketika ayah Dev masih ada, dia ikut mengelola. Namun, sekarang akulah yang bertanggung jawab penuh atas segala sesuatu yang menyangkut perkebunan.” “Luar biasa,” sanjung Kirei begitu takjub. “Anda wanita yang sangat hebat.”
6.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 206 Beses bilang tepian sawah
Read
+Library
Pergi Jadi TKW Pulang Jadi Sultanah

Pergi Jadi TKW Pulang Jadi Sultanah

“Negerimu masya Allah luar biasa indah. Pohon-pohon rendah itu semuanya hijau memanjakan mata. Itu pohon apa?” “Ooh itu namanya sawah, dan itu tanaman padi. Biji padi itu yang nantinya akan diproses menjadi beras dan menjadi makanan pokok kami orang Indonesia.” Suamiku mengangguk-angguk. “Masya Allah!” gumamnya lagi saat melihan hamparan hijau sawah yang berundak-undak. Memang terlihat sangat indah menawan, tapi mungkin karena terlalu sering melihatnya jadi buat orang Indonesia tidak menakjubkan lagi.
1027.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 544 Beses bilang tepian sawah
Read
+Library
Detektif Janeta : Memburu Pembunuh Madu Tua

Detektif Janeta : Memburu Pembunuh Madu Tua

jawab Janeta sambil ikut duduk di atas tikar yang dibentangkan Bu Wati. “Kang Cecep kemana Bu?” tanya Janeta sambil matanya berputar mengitari rumah Bu Wati yang tidak begitu besar dengan pandangan. Pertanyaan Janeta tentu saja membuat hati Bu Wati sangat senang. “Cecep sedang pergi ke sawah untuk melihat air sawah Neng. Maklumlah musim kemarau seperti ini air sawah suka kering. Kita harus bergantian dengan petani lain untuk mengalirkan air ke sawah.” sahut Bu Wati menjelaskan.
108.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 231 Beses bilang tepian sawah
Read
+Library
Kampung Lamuna

Kampung Lamuna

tanyaku. "Dia adalah penguasa kampung Lamuna ini." Jawab Kuhar. "Penguasa kampung?" tanyaku. "Benar sekali, dia itu seorang penari dan kecantikan kecantikan dia itu abadi tak luput dari usia." Kata Kuhar. Aku semakin merasa aneh dengan kampung Lamuna ini. Ada wanita yang memiliki kecantikan abadi dan juga pandai menari. Ini sangat menakutkan untuk aku.
611.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 317 Beses bilang tepian sawah
Read
+Library
Dipaksa Menikahi Pria Cacat

Dipaksa Menikahi Pria Cacat

Terutama bagi Alex yang selama ini hidup di dunia yang penuh kericuhan. Warna hijau mendominasi sawah yang luas, dengan tanaman padi yang menghampar di sepanjang lahan, memberikan pemandangan yang menenangkan. Selain itu, terlihat beberapa hewan seperti, kucing liar, dan juga kerbau yang digunakan untuk membajak sawah. Di tepian sungai terdapat banyak rerumputan, dan bunga-bunga liar yang tumbuh di sekitar sawah. Makin menambah keindahan alam yang alami.
9.5133.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.7K Beses bilang tepian sawah
Read
+Library
PREV
123456
...
9
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status