Terjebak Cinta Kakak Angkatku
Dadanya naik turun ketika ia akhirnya mengembuskan udara panjang.
Tangannya bergetar ketika menyentuh keyboard. Huruf-huruf di layar tampak kabur. Bukan karena lelah, melainkan karena perasaan yang saling bertabrakan–takut, marah, bingung dan sesuatu yang paling ia benci–ragu.
Safna mengusap bibirnya pelan, hangatnya masih tertinggal.
Ini salah, semuanya salah, batin Safna.