Dilamar Presdir yang Menyamar
“Umrah. Bonus dari bintang iklan dan tabungan saya, sudah cukup untuk biaya umrah bapak. Tapi tadi Mas Frengki ngajak jalan dulu. Ya sudah, saya terima karena sudah sering saya tolak. Nggak tahunya ada maksud terselubung. Saya mendadak pusing, ngantuk, lalu nggak ingat apa-apa. Angkat telepon Sir itu pun setengah sadar."
“Nawa, cek yang saya berikan itu masih ada sama kamu, kan?”
Nawa mengangguk.
“Kamu bisa cairkan untuk bapakmu.”
“Enggak, Sir. Kalau saya menerima uang itu, berarti saya mengaku pela*ur yang menerima uang dari pelanggan. Saya nggak mau bapak saya ibadah dengan uang haram. Saya terpaksa membawanya lagi karena waktu itu Sir ingin membuangnya, kan? Sayang kalau dibuang. Bisa dic
Bab Populer