Tante, Tahan! Nanti Keterusan
"N-nggak usah, Tante. Cuma pegal biasa—"
"Joni," potong Aya, nadanya tak menerima bantahan. "Buka. Ototmu kaku begitu mau dibiarin sampai besok pagi?"
Joni menelan ludah. Rasa sakit di tubuhnya akhirnya mengalahkan rasa malunya. Dengan gerakan lambat, Joni menarik kaus oblongnya melewati kepala, memperlihatkan punggung telanjangnya yang kecokelatan dan berotot kokoh, terbentuk alami dari kerja keras bertahun-tahun.