Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Babu Kumal VS CEO Kutub Utara

Babu Kumal VS CEO Kutub Utara

“Perkenalkan Non Terryn, saya Jang Nara kalau di kampung dulu siih memang saya dipanggil Jajang, Jajang Nasruddin, sekarang ngetopnya dipanggil Jang Nara.” “Ouh … begitu … Saya Terryn Danuar … eehhm maksud saya Terryn Arunika. Ayo silakan masuk.” Terryn membuka lebar pintunya dan mempersilakan keduanya duduk. Terryn mengenakan sweater tebal dengan syal yang melilit di lehernya. Wajahnya terlihat kurus dengan cekungan di kedua pipinya. Hampir saja Jang Nara alias Deva ingin memeluknya dan menangis.
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai terlonjak
Baca
+Pustaka
Istri Palsu Grand Duke

Istri Palsu Grand Duke

Lyra terlonjak kaget, memegangi perutnya. "Apa?! Di mana?!" Lyra cemas. Leonhard meraba keningnya yang sedikit merah. Di tanah, tergeletak sebuah kulit kenari yang sudah habis dimakan. Ia mendongak. Di atas dahan pohon, seekor Tupai Merah Ekor Lebat duduk dengan santai. Hewan kecil itu menatap Leonhard, mengedipkan matanya, lalu membuat suara tek, tek, tek yang terdengar sangat mirip dengan suara orang tertawa mengejek.
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 225 kali sebagai terlonjak
Baca
+Pustaka
Godaan Berondong Nakal

Godaan Berondong Nakal

"Ah, kenapa deras sekali? Jam baru menunjukkan pukul empat sore, tapi mengapa langit sudah begitu gelapnya?" Tin! Di tengah lamunannya, terdengar klakson mobil berbunyi sekali. Anes menoleh ke belakang, di mana arah sumber suara klakson tersebut berasal. "Bareng, yuk!" ucap seseorang yang baru saja menurunkan kaca mobilnya. "Ah, kamu. Kamu duluan saja," jawab Anes sambil membuang wajahnya ke sembarang arah, karena seseorang yang menawarinya tumpangan itu adalah Bram.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai terlonjak
Baca
+Pustaka
Terlena Dekapan Hot Duda

Terlena Dekapan Hot Duda

Elara duduk bersila di lantai kamar kecil yang akan ia tempati sambil menatap isi tasnya yang bahkan tak sampai memenuhi setengah lemari tua di depannya. Hanya beberapa potong pakaian sederhana, dompet tipis, charger ponsel, dan foto usang dirinya bersama Darvian dan Vargan yang tanpa sadar masih terbawa. Elara mengambil foto itu dengan tatapan lesu, lagi-lagi Elara ingat dengan pengkhianatan Darvian terhadapnya.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai terlonjak
Baca
+Pustaka
CALON MERTUAKU

CALON MERTUAKU

tanya Om Andi ketika aku memotong telur rebus. Aku memperhatikan diri sendiri. Rasanya tidak ada yang salah dengan kemejaku. Panjang menutupi bagian belakang. Ya, jeans memang pas body. “Salah, ya, Om?” Aku balik bertanya. “Dengan dua kancing dibuka seperti itu, hampir tiga malah, di sini kamu bisa dibilang lonte, Nora. Kalau di kota ya terserah. Di depan Om juga tidak masalah. Tapi kalau ke luar rumah ya jangan.”
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai terlonjak
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Naga Perang

Kebangkitan Naga Perang

Rambutnya hijau lumut, matanya keemasan—memantulkan kedamaian purba dan kekuatan yang tak bisa digoyahkan. Ia berlutut, menepuk tanah menara dengan telapak tangannya. Suara gemuruh bergema dari bawah, lalu bumi merekah. Retakan spiritual menjalar seperti urat bercahaya, dan dari kedalamannya muncul sosok kolosal: Terralon, naga tanah berkulit perunggu, tubuhnya bagai gunung yang hidup, dengan mata kuning yang bersinar lembut. “Bumi menjawab panggilanmu, Naga Perang,” bisik Seruni lirih, dan seluruh dunia seakan ikut bernafas bersamanya.
1029.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 964 kali sebagai terlonjak
Baca
+Pustaka
Jeratan Tuan Reiner

Jeratan Tuan Reiner

“Aku juga tidak tahu. Sepertinya ini... lebih canggih dari yang kita duga.” Karl melangkah lebih dekat ke brangkas kecil itu, menyentuh permukaannya yang dingin dan halus. Tidak ada slot untuk sidik jari seperti sebelumnya, melainkan hanya sebuah panel dengan tombol abjad dan monitor kecil di atasnya. “Tidak ada slot untuk sidik jari. Tapi ini...” Dia mengetuk-ngetuk panel tersebut, lalu memandang Tobey. “Kalian semua! Periksa ini dengan cepat! Aku tidak ingin ada kejutan lagi.”
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai terlonjak
Baca
+Pustaka
FESTIVAL TERAKHIR

FESTIVAL TERAKHIR

“Kebahagiaan itu mahal harganya, tidak pantas dihentikan dengan cara murahan.” ***** Apartemen minimalis milik Jevian kini tidak terlalu sunyi karena Jevano. Pria yang lebih muda delapan tahun dari kakaknya itu kini tengah menikmati game PlayStation yang ternyata Jevian sempat membelinya tahun lalu tetapi tidak sempat ia gunakan.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai terlonjak
Baca
+Pustaka
Petualangan di Planet Tera

Petualangan di Planet Tera

Ia yakin, jika saja jubah ini memiliki warna, apalagi merah atau hitam, mungkin ia akan terlihat seperti penyihir atau drakula. Tak butuh waktu lama, seperti ucapan Rahula, Rama melihat jubah itu bergerak perlahan menembus pakaiannya. Sebentar kemudian ia bahkan merasakan sesuatu yang sangat halus di sekujur tubuhnya. Rasanya seperti dikelitik.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai terlonjak
Baca
+Pustaka
Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga #Tetangga_tak_tahu_kami_kaya Pov Erwin Punya paman seorang mafia itu ngeri-ngeri sedap. Ngeri-nya bila beliau ngamuk, sedapnya bisa jadi beking bila kita ada masalah. Bahkan aparat pun bila tahu aku keponakan Abdul Sani akan segan
1041.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai terlonjak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status