Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tetanggaku yang Menggoda

Tetanggaku yang Menggoda

Dia menangis sambil berkata padaku, “Kak, aku gatal sekali Apa tumorku kambuh? Aku akan segera mati.” Akhirnya, aku kehilangan kesabaran dan membentaknya. Nadaku sangat kasar. "Mati apaan?! Kamu hanya sedang birahi, jalang!" Luna jelas terkejut oleh teriakanku yang mendadak. Mata besarnya menatapku dengan ketakutan, diam tak bersuara.
59.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai terperangah
Baca
+Pustaka
SANG PETARUNG

SANG PETARUNG

“Duduk dan diamlah karena sebentar lagi pertandingan akan dimulai. Jangan buat keributan di saat orang lain sedang fokus menonton.” Karena sepertinya ketegangan menurun, maka ada satu orang yang kembali memancing emosi Boyxev. “Apa kau tidak malu serangan gagal dua kali? Kau sudah terlalu banyak bicara, jadi cepat selesaikan perkelahian kalian sebelum pertandingan di oktagon dimulai!” Dan untuk ke sekian kalinya Boyxev menoleh ke arah dua temannya dan dua orang itu pun tentu mengangguk mengiyakan.
859 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai terperangah
Baca
+Pustaka
Rasa

Rasa

Matanya tajam menatap ekor mata Ataya. “Upsss, ya maap. Maaf, Kyr. Habisnya Aya kaget, kenapa emang abang?” Ataya menutup mulutnya. Rasa takut cukup menghantuinya, apalagi ditambah dengan tatapan pedas dari Kyra. “Bikin bad mood, ah,” ujar Kyra membuang wajahnya ke arah lain. Perlahan, Kyra menyipitkan matanya.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai terperangah
Baca
+Pustaka
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Jaringan otot di sekitar lukaku telah terurai menjadi cairan nanah yang kental. Pada saat itu, waktu seakan berhenti berdetak. Tatapan Ayah jatuh pada sosok tidak berbentuk yang ada di samping Tante Sandra. Matanya tiba-tiba menyipit, seperti terkena pukulan keras dari palu besi yang dingin, dan tubuhnya bergetar hebat. "Nggak mungkin ...." Ayah bergumam tidak percaya. Dia terhuyung-huyung beberapa langkah ke depan, seperti ingin menyentuh, tetapi tiba-tiba menarik tangannya kembali.
8.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai terperangah
Baca
+Pustaka
Pekik Ketakutan

Pekik Ketakutan

Hamparan mawar putih di atasnya berubah menjadi merah oleh darah dalam waktu singkat. Semua orang di lapangan bola langsung berteriak panik berhamburan. Aksi dorong-mendorong tak dapat dihindari, sebagian orang jatuh dan tak bisa berdiri lagi, terinjak-injak sampai mati. Suasana mencekam. Pekik ketakutan berkumandang di seluruh Stadion, disaksikan secara langsung oleh semua penduduk Indonesia yang terpaku kaku di bangku rumah mereka.
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai terperangah
Baca
+Pustaka
TERPAKSA

TERPAKSA

Aku menatapnya beberapa saat merasa ragu untuk menjawab panggilan itu, sempat kuurungkan niat untuk menjawab telpon asing itu namun akhirnya aku mencoba untuk menerima panggilan tersebut karena rasa penasaranku yang tinggi. “Hallo...” “... ini semua baru awal, aku masih punya video kamu dan sewaktu-waktu aku bisa sebarin lagi. Kamu hati-hati aja” Deg! Tanganku tiba-tiba bergetar, rasa panikku kembali melanda mendengar satu kalimat yang dilontarkan orang asing tersebut barusan. Tubuhku terasa jatuh dari ketinggian dan pandangaku mengabur, panic attack melandaku. Tak berapa lama sebelum aku mengucapkan sepatah kata, sambungan telpon itu terputus. Tidak sadar aku menjatuhkan benda persegi itu d
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai terperangah
Baca
+Pustaka
Status Vulgar Adik Ipar

Status Vulgar Adik Ipar

Status Vulgar Adik Iparku [Abangku perkasa guys, tahan beberapa ronde. Kalian tahan berapa ronde?] Mataku membulat menatap status adik iparku di aplikasi biru. Status yang hanya beberapa detik lalu di hapus itu sanggup membuat darahku naik seketika, jantungku berpacu lebih cepat, aliran darahku menjadi panas serta dadaku serasa sesak dan susah untuk bernapas. Kuremas telapak tanganku hingga tulang-tulang ruasnya memutih, dadaku bergelombang di Landa amarah sekaligus rasa penasaran.
621.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 724 kali sebagai terperangah
Baca
+Pustaka
Aunty Cantik untuk Daddy

Aunty Cantik untuk Daddy

Terkejut, syok dan mulai tak waras. "Apa?" "Apa?" ^^^^
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai terperangah
Baca
+Pustaka
Suamiku Gay?!

Suamiku Gay?!

Arga benar-benar serius dengan ucapannya! "Iya-iya gue- ehh aku salah! Aku minta maaf!!" Teresia menjerit panik saat ia mulai merasakan angin berhembus di kulit dada telanjangnya. Kain kebayanya tepat berada di atas putingnya, dan jika Teresia bergerak sedikit lagi, kain tersebut akan jatuh dan menampilkan dada telanjangnya. Bodohnya dia yang menantang Arga tadi, kini dirinya sendiri dibuat panik setengah mati.
9.336.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai terperangah
Baca
+Pustaka
Istri Idaman Tuan Ares

Istri Idaman Tuan Ares

Anggun nampak berpikir. “Oh astaga!!” Anggun benar-benar terperanjat. “Itukah yang disebut darah virgin?” Anggun meringis sambil menggigit salah saru jari-jarinya. “Haish!” desis Anggun tiba-tiba. Saat satu kaki hendak melangkah bergantian, terasa ada sesuatu yang terasa perih di bawah sana. “Apakah rasanya memang seperti ini?” Anggun ingin menangis karena takut rasa perih itu tak segera menghilang.
1015.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 556 kali sebagai terperangah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status